Upaya Tekan Sampah ke Laut, Tim MOZAiK Ecoton Angkut 907 Kg Limbah dari Kali Tebu

KLIKSULSEL_SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak 907 kilogram sampah berhasil diangkat dari Kali Tebu, Surabaya, dalam kurun waktu 24 jam sejak pemasangan alat penahan sampah atau trashboom oleh tim MOZAiK Ecoton.

Program ini merupakan bagian dari upaya mengurangi kebocoran sampah plastik ke laut, sekaligus menekan tingkat pencemaran di salah satu sungai yang telah lama menghadapi tekanan lingkungan tersebut.

Koordinator tim evakuasi sampah, Heri Purnomo, mengatakan bahwa hasil pengangkutan ini memberikan gambaran awal terkait kondisi dan karakteristik sampah di Kali Tebu.

“Dari total sampah yang diangkat, sekitar 757 kilogram merupakan sampah anorganik dan 150 kilogram sisanya adalah sampah organik,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Jumat (25/4).

Baca Juga:  Heboh! Agen Travel di Labuan Bajo Diduga Gelapkan Rp85,2 Juta Dana Wisatawan
Ia menjelaskan, pemasangan trashboom dilakukan di segmen tengah Kali Tebu yang mencakup wilayah Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Sidotopo Wetan.

Menurut Heri, data tersebut menjadi dasar penting untuk merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif ke depan.

Program ini juga direncanakan akan diperluas melalui pemasangan trashboom permanen setelah pembentukan satuan tugas khusus di wilayah tersebut.

Baca Juga:  KM Hinaya Mati Mesin di Laut Labuan Bajo, 23 Penumpang Selamat Dievakuasi
Sementara itu, Manajer Program MOZAiK Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menegaskan bahwa intervensi ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah di hilir, tetapi juga mendorong perubahan dari sumbernya.

“MOZAiK berupaya mencegah sampah bocor ke laut, mengurangi timbulan sampah dari sumber, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat,” kata Amiruddin.

Setelah diangkat dari sungai, sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang. Sampah tersebut terlebih dahulu melalui dua tahap penyortiran, yakni berdasarkan jenis material dan warna untuk meningkatkan kualitas daur ulang.

Baca Juga:  Mendesain Masa Depan Ekonomi Bulukumba: Fondasi Strategis Menuju Pusat Ekonomi Pesisir 2035
Selanjutnya, sampah diproses melalui metode pemadatan (baling) sebelum disalurkan ke Bank Sampah Induk Surabaya.

Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pengelolaan sampah di tingkat kota.

Selain pemasangan trashboom, MOZAiK Ecoton juga menjalankan pendekatan berbasis masyarakat melalui berbagai program, seperti edukasi pengelolaan sampah, pembersihan sungai, hingga program Sekolah Zero Waste.

Baca Juga:  Prabowo Luncurkan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Publik Soroti Tantangan Pengawasan
Ke depan, pemasangan trashboom direncanakan berlangsung selama 18 bulan di tiga segmen Kali Tebu, yang mencakup wilayah hulu, tengah, hingga hilir.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis sungai dan komunitas, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi pencemaran plastik ke laut.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *