KLIKSULSEL_Surabaya – Jarak dan padatnya aktivitas di kota besar kerap menjadi tantangan bagi para perantau untuk tetap menjaga tali persaudaraan. Namun hal itu tidak berlaku bagi warga Manggarai yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Lelak-Surabaya.
Melalui Turnamen Futsal Lelak Cup 1 Kabupaten Manggarai NTT, mereka berhasil membuktikan bahwa semangat kebersamaan tetap terjaga meski jauh dari kampung halaman.
Turnamen yang digelar pada 2–3 Mei 2026 di Lapangan Futsal Politeknik/Pelayaran Surabaya ini mengusung tema “Satu Keluarga, Satu Semangat, Satu Juara.” Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Manggarai di perantauan.Sebanyak 24 tim ambil bagian dalam kompetisi ini. Seluruh peserta merupakan putra daerah Manggarai yang berdomisili di Surabaya. Tingginya partisipasi menunjukkan kuatnya solidaritas dan rasa memiliki terhadap identitas daerah asal.
Sepak Bola Mini, Makna Besar
Futsal dipilih sebagai cabang olahraga utama karena dinilai mampu menjangkau berbagai kalangan.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana pertandingan berlangsung meriah dan penuh sportivitas. Setiap tim tampil maksimal, menyajikan laga-laga kompetitif yang menghibur. Sorak sorai suporter turut menambah semarak turnamen.
Menariknya, meski bersaing di lapangan, para pemain tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Rivalitas hanya terjadi selama pertandingan, sementara di luar lapangan mereka tetap satu keluarga.D’Jastip Juara, Pemain Terbaik Bersinar
Di partai puncak, tim D’Jastip berhasil keluar sebagai juara pertama. Tim Samba menempati posisi kedua, sementara Black Band harus puas di peringkat ketiga.
Selain gelar juara, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada para pemain terbaik, yakni:
Top Skor: Rajes (Black Band)
Best Player: Vian (D’Jastip)
Best Keeper: Ceza (Samba)
Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta olahraga di kalangan perantau Manggarai terus berkembang.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Ketua Panitia, Aldo Corason, dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026), menyampaikan bahwa turnamen berjalan sukses dan sesuai harapan.
Tujuan utama untuk mempererat kebersamaan dinilai telah tercapai.
Persaudaraan yang Tetap Hidup“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dengan skala yang lebih besar dan pelaksanaan yang semakin baik ke depannya,” ujarnya.
Berakhirnya Lelak Cup 1 bukanlah akhir dari segalanya. Justru, turnamen ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan penonton.
Kebersamaan yang terjalin menjadi pengingat bahwa identitas dan persaudaraan tetap hidup, meski berada jauh dari tanah kelahiran.
Semangat “Satu Keluarga, Satu Semangat” pun diharapkan terus terjaga hingga perhelatan berikutnya.





