
KLIKSULSEL_Pulau Padar, Manggarai Barat – Keindahan alam Pulau Padar yang terkenal dengan lanskap perbukitan eksotis dan gradasi lautnya yang memukau, kembali menjadi sorotan. Namun di balik pesonanya, tersimpan kisah dramatis yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam dunia pariwisata.
Peristiwa ini terjadi pada Senin malam (27/4/2026), ketika dua wisatawan asal Spanyol mengalami gangguan kesehatan serius saat berlayar di perairan sekitar Labuan Bajo.
Keduanya diketahui berada di atas Kapal Wisata Jaya 02 ketika tiba-tiba merasakan kondisi tubuh yang menurun drastis.
Gejala yang dialami tidak ringan. Kedua wisatawan tersebut dilaporkan mengalami lemas hebat, pusing, serta muntah berulang, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Situasi ini segera dilaporkan kepada Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR).Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manggarai Barat, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa tim langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Tim SAR gabungan diberangkatkan menggunakan kapal rigid inflatable boat (RIB) dari Pos SAR Manggarai Barat, dengan membawa tenaga medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.
“Kehadiran tenaga medis sejak awal menjadi langkah penting untuk memastikan korban segera mendapatkan penanganan awal,” ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi korban yang lemah. Setelah berhasil dipindahkan ke kapal SAR, keduanya langsung dibawa menuju daratan. Tim tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 22.35 Wita.
Setibanya di pelabuhan, penanganan berlanjut. Kedua wisatawan langsung dirujuk menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.Peristiwa ini menjadi bukti bahwa di balik status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia, terdapat sistem tanggap darurat yang bekerja sigap. Koordinasi antarinstansi, kecepatan respons, serta kesiapan sumber daya menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi wisatawan untuk selalu menjaga kondisi kesehatan saat beraktivitas di destinasi alam, terutama di wilayah dengan medan dan kondisi lingkungan yang berbeda.Di sisi lain, dedikasi tim SAR dan tenaga medis menunjukkan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Ketika situasi darurat terjadi, kecepatan bukan sekadar keunggulan—melainkan penentu antara risiko dan keselamatan.
Diharapkan kedua wisatawan tersebut segera pulih dan dapat kembali menikmati keindahan alam Indonesia di masa mendatang dengan kondisi yang lebih prima.




