Seminggu Menanti Pelaku Penikaman Ditangkap, LPBB Siapkan Aksi Beruntun Desak Polisi Bergerak

Avatar photo

Bulukumba, Kliksulsel— Sudah empat hari berlalu sejak seorang pria, Muh Alif bin Andank (25), menjadi korban penikaman di kawasan Jalan Nenas, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Namun hingga Senin (20/7/2026), pelaku masih belum berhasil diamankan.

Di tengah penantian itu, desakan terhadap aparat kepolisian mulai menguat. Lembaga Panrita Bhinneka Bersatu (LPBB) bahkan menyiapkan rangkaian aksi protes apabila dalam waktu sepekan sejak kejadian, pelaku belum juga ditangkap.

Korban diketahui mengalami empat luka tusuk, masing-masing satu di bagian dada sebelah kiri dan tiga luka di bagian punggung. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga penyidik belum dapat mengambil keterangannya.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Penjarahan Solar Subsidi di Manggarai Barat
Desakan Muncul dari Organisasi Masyarakat

Ketua Bidang BASIS (Badan Strategis Investigasi Nasional) DPD LPBB, Riswan, menilai proses penanganan perkara berjalan lambat. Menurutnya, aparat disebut telah mengantongi identitas terduga pelaku bahkan telah mendatangi kediamannya.

Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai penangkapan.

“Kami berharap kepolisian segera menuntaskan kasus ini. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum,” ujar Riswan saat ditemui wartawan di Bulukumba.

Pria yang akrab disapa Omblack itu mengaku khawatir kasus tersebut akan bernasib sama dengan sejumlah perkara lama yang menurutnya belum menemukan titik terang.

Baca Juga:  Kejari Bulukumba Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Bululohe, KKRB Desak Tak Menunggu Hasil Audit Inspektorat
Menurut Riswan, LPBB memberi waktu selama satu pekan kepada aparat kepolisian untuk menangkap pelaku.

Rencana Demonstrasi Hingga Jalan Kaki ke Makassar

Jika tenggat waktu tersebut berlalu tanpa adanya penangkapan, LPBB mengaku akan menggelar demonstrasi selama tiga hari berturut-turut di depan Mapolsek Ujung Bulu.

Aksi itu, kata Riswan, akan melibatkan kader Generasi Z LPBB sebagai bentuk desakan agar aparat mempercepat proses pengungkapan kasus.

Tak hanya itu, organisasi tersebut juga menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi jalan kaki dari Bulukumba menuju Makassar apabila perkembangan kasus dinilai masih stagnan.

Dalam aksi tersebut, LPBB berencana membawa sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana yang menurut mereka belum memperoleh kepastian hukum.

“Kami ingin mendorong agar seluruh laporan masyarakat benar-benar mendapatkan perhatian dan penanganan yang maksimal,” kata Riswan.

Baca Juga:  Dana Mitra Tani bersama Rumah Nalar Dorong Pembangunan Desa Lewat Pendidikan Partisipatif di Desa Anrang
Polisi: Pelaku Masih Diburu

Sementara itu, Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, S.H. memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan.

Menurutnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi yang berada di lokasi kejadian.

Adapun korban belum dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan medis.

“Pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit. Tim URC masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar IPTU Rudi.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera melapor kepada kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan pelaku agar segera menyampaikannya kepada kami. Kami juga meminta pelaku untuk menyerahkan diri,” katanya.

Baca Juga:  Tragedi Berdarah di Mariorennu: Dendam Berujung Pembunuhan Keji, Pelaku Diringkus 24 Jam
Publik Menanti Kepastian

Kasus penikaman ini kini menjadi perhatian publik di Bulukumba. Selain karena korban mengalami luka serius, lambatnya penangkapan pelaku turut memunculkan desakan dari sejumlah pihak agar aparat segera menuntaskan perkara.

Di sisi lain, kepolisian menegaskan pengejaran masih berlangsung dan meminta masyarakat memberi ruang bagi proses penyelidikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai keberadaan maupun penangkapan terduga pelaku.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *