Membangun dari Suara Warga, Desa Anrang Terima Dokumen Pembangunan Inklusif

Avatar photo

KLIKSULSEL_Bulukumba, 20 April 2026 — Di sebuah pagi yang hangat di Gedung Pertemuan Desa Anrang, harapan tentang masa depan desa yang lebih adil dan berkelanjutan mengalir pelan namun pasti.

Pemerintah Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, secara resmi menerima dokumen Rekomendasi Pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif, Senin (20/4), sebuah tonggak penting dalam perjalanan pembangunan berbasis partisipasi warga.

Baca Juga:  Penyaluran MBG 3B untuk Ibu Hamil di Desa Pakubalaho Bulukumba, Upaya Nyata Tekan Stunting
Acara ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda bahwa suara masyarakat, dari yang paling lantang hingga yang selama ini nyaris tak terdengar, telah dihimpun dan dirumuskan menjadi arah kebijakan nyata.

Proses kegiatan ini, difasilitasi Dana Mitra Tani Bulukumba bersama Rumah Nalar, dengan dukungan Yayasan Bina Desa.

Kolaborasi Warga Jadi Fondasi Pembangunan Desa

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), peserta Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif, hingga perwakilan kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, majelis taklim, remaja masjid, komunitas usaha, serta kelompok rentan.

Baca Juga:  BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp13 Ribu per Botol di Batukaropa Bulukumba, Warga Mengeluh
Kepala Desa Anrang, Ismail, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

“Atas nama Pemerintah Desa, kami menerima rekomendasi pembangunan desa transformatif dan inklusif ini, dan akan menindaklanjutinya dalam perencanaan pembangunan desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa dokumen tersebut tidak akan berhenti sebagai arsip, melainkan akan hidup dalam setiap rencana dan kebijakan pembangunan desa ke depan.

Baca Juga:  Respons Cepat Petugas dan Warga Selamatkan Korban Kebakaran di Manggarai
Lahir dari Proses Partisipatif yang Panjang

Rekomendasi ini bukan hasil kerja instan. Ia tumbuh dari proses panjang yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif yang berlangsung pada 10–14 April 2026 di Baruga TBM Rumah Nalar, sebelum akhirnya dimatangkan melalui musyawarah desa pada 19 April.

Ketua panitia kegiatan, Abdul Haris Mubarak, menjelaskan bahwa seluruh isi dokumen merupakan refleksi kebutuhan riil masyarakat.

“Rekomendasi ini lahir dari usulan masyarakat Desa Anrang melalui proses partisipatif, kemudian difinalisasi melalui musyawarah bersama,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Emiliana vs Ivon Memanas, Muncul Tudingan Pemerasan hingga Bantahan Keras
Pendekatan ini memastikan bahwa pembangunan tidak lagi bersifat top-down, melainkan berakar dari pengalaman, kebutuhan, dan harapan warga sendiri.

Inklusivitas Jadi Kunci

Ketua Dana Mitra Tani, Sri Puswandi, menekankan bahwa kekuatan utama dari rekomendasi ini terletak pada inklusivitasnya.

Beragam kelompok masyarakat dilibatkan, termasuk komunitas Ballata Migran dan Teras Tani Alami—menjadikan dokumen ini sebagai representasi utuh dari wajah Desa Anrang.

“Hasil ini adalah aspirasi masyarakat yang dihimpun secara inklusif dan telah dimusyawarahkan kembali sebelum diserahkan kepada pemerintah desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Anrang, Arifuddin, mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat partisipasi dalam pembangunan.

Menuju Desa Percontohan Nasional
Penyerahan rekomendasi ini menjadi lebih dari sekadar agenda lokal. Ia membuka jalan bagi Desa Anrang untuk menjadi salah satu desa percontohan pembangunan transformatif dan inklusif di Indonesia.

Baca Juga:  Tragis! Ibu Hamil di Manggarai Timur Diduga Dianiaya Suami hingga Pendarahan
Dengan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek pembangunan, Desa Anrang menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang-ruang musyawarah sederhana—tempat ide, harapan, dan keberanian bertemu.

Di tengah dinamika pembangunan desa di Indonesia, Anrang kini berdiri sebagai contoh bahwa ketika warga dilibatkan sepenuhnya, pembangunan tidak hanya berjalan—tetapi juga berakar, tumbuh, dan memberi makna.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *