Donatus Rahu Gagas Desa Papang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Lewat Penguatan Ekonomi Petani

Avatar photo

Kliksulsel, MANGGARAI, NTT — Di tengah bentang perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga, Donatus Rahu membawa gagasan perubahan untuk Desa Papang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai.

Dengan visi “Desa Papang Maju, Mandiri, dan Sejahtera”, Donatus ingin pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta akses pelayanan dan konektivitas antarwilayah.

Bagi Donatus, kemajuan desa harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan warga, terutama kelompok petani yang menjadi mayoritas masyarakat Desa Papang.

Baca Juga:  Jalan Rp10 Miliar di Manggarai Rusak Setahun, PPK Bungkam dan Janji Perbaikan Kontraktor Dipertanyakan
Fokus pada Ekonomi Petani dan Tata Kelola Dana Desa

Dalam gagasan pembangunan yang ia tawarkan, Donatus menetapkan tiga fokus utama.

Pertama, mendorong peningkatan ekonomi petani melalui penguatan sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian desa.

Menurutnya, hasil pertanian masyarakat perlu didukung dengan sistem yang mampu meningkatkan nilai jual dan memperluas akses pasar.

Baca Juga:  Obligasi Daerah untuk NTT: Siapkah Kita Menanggung Konsekuensinya?
Kedua, ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa. Donatus menilai keterbukaan anggaran menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Setiap rupiah yang masuk harus bisa dipertanggungjawabkan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” menjadi prinsip yang ia pegang dalam mendorong tata kelola desa yang baik.

Ketiga, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas. Kondisi jalan yang baik dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus memudahkan distribusi hasil pertanian.

Pengalaman Panjang di Pemerintahan Desa

Gagasan pembangunan yang dibawa Donatus tidak terlepas dari pengalaman panjangnya dalam organisasi dan pemerintahan desa.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Pengrusakan dan Penyerobotan Lahan Di Bulukumba, Tiga Pekan Tak Ada Perkembangan, KKRB Pertanyakan Kinerja Penyidik
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Todo 1, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Iteng dan SMA Loyola Labuan Bajo.

Pengalaman kepemimpinan mulai terbentuk ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sejak 2014. Posisi tersebut ia jalani selama dua periode.

Baca Juga:  Dua Wisatawan Asal Spanyol Dievakuasi di Pulau Padar, Alami Gangguan Kesehatan di Tengah Laut
Selama menjalankan tugas sebagai Ketua BPD, Donatus banyak berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat desa, mulai dari kebutuhan dasar warga, perencanaan pembangunan, hingga pengawasan jalannya pemerintahan desa.

Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya dalam memahami bagaimana pembangunan desa harus dirancang secara partisipatif dan berkelanjutan.

Jabatan sebagai Amanah untuk Melayani Masyarakat

Donatus berpandangan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Ia meyakini pembangunan Desa Papang membutuhkan kerja bersama antara pemerintah desa dan warga.

Menurutnya, desa dapat berkembang apabila masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi, sementara pemerintah menjalankan pengelolaan secara terbuka.

“Desa Papang bisa berdiri tegak dan maju jika kita berani berubah, terbuka, dan saling mendukung. Itulah janji yang akan saya pegang teguh,” ujar Donatus.

Melalui gagasan tersebut, Donatus berharap Desa Papang mampu menjadi desa yang lebih kuat secara ekonomi, mandiri dalam pengelolaan pembangunan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *