KLIKSULSEL, – Nama Indonesia kembali bergaung di panggung internasional, bukan hanya lewat diplomasi, tetapi juga melalui langkah sunyi para penjaga perdamaian. Dari sebuah sudut sederhana di Desa Siru, lahir seorang prajurit muda yang kini menapak jejak di tanah penuh sejarah: Lebanon.
Ia adalah Asryadi—putra daerah yang membuktikan bahwa batas geografis bukanlah batas mimpi.
Mimpi Besar dari Pelosok LemborAsryadi tumbuh di lingkungan sederhana di Kecamatan Lembor, Manggarai Barat. Latar belakangnya jauh dari hiruk-pikuk kota besar, namun justru di situlah tekadnya ditempa.
Lulusan Madrasah Aliyah Jabal Nur tahun 2019 ini membawa lebih dari sekadar ijazah. Ia membawa nilai-nilai disiplin, akhlak, dan keteguhan hati—bekal yang kelak mengantarnya melintasi batas negara.
Putra dari Surmawiadin dan almarhumah Jeriah ini menjadi contoh nyata bahwa anak desa pun mampu menembus batas dunia.
Lolos Seleksi Ketat, Resmi Jadi Prajurit TNI AD
Keberhasilan ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Manggarai Barat. Di tengah persaingan nasional yang ketat, ia membuktikan kualitas putra daerah mampu berdiri sejajar dengan yang terbaik.
Ditempa di Papua, Dibentuk Jadi Prajurit Tangguh
Setelah pendidikan militer, Asryadi ditugaskan di Papua—wilayah yang dikenal dengan medan berat dan dinamika tugas yang kompleks.
Di sana, ia tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga ditempa menjadi prajurit profesional. Pengalaman di Papua membentuk karakter tangguh, disiplin tinggi, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi lapangan.
Papua menjadi “sekolah kehidupan” yang mengasah naluri kepemimpinan dan ketahanan mentalnya.
Terpilih Jadi Pasukan Perdamaian di Lebanon
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Asryadi terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda (Konga), pasukan perdamaian yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penugasan di Lebanon bukan perkara mudah. Seleksi dilakukan secara ketat dan kompetitif, hanya prajurit terbaik yang mampu lolos.Di tanah yang sama, sebelumnya juga pernah mengabdi Agus Harimurti Yudhoyono—putra Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Kini, Asryadi berjalan di jalur yang sama, membuktikan bahwa kesempatan di tubuh TNI terbuka luas bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang.Kebanggaan NTT di Panggung Dunia
Penugasan ini menjadikan Asryadi bagian dari wajah Indonesia di dunia internasional. Ia tidak hanya membawa nama bangsa, tetapi juga harapan dari tanah kelahirannya di Nusa Tenggara Timur.
Ia adalah bukti hidup bahwa mimpi tidak mengenal batas geografis. Bahwa dari desa kecil, seseorang bisa melangkah jauh, bahkan berdiri sejajar dengan mereka yang lahir dari lingkar kekuasaan.
Di tengah dunia yang terus bergerak, langkahnya menjadi pengingat: kerja keras, doa, dan keteguhan hati mampu mengantar siapa pun menulis namanya di peta dunia.




