Dana Mitra Tani bersama Rumah Nalar Dorong Pembangunan Desa Lewat Pendidikan Partisipatif di Desa Anrang

Avatar photo

KLIKSULSEL_Bulukumba – Dana Mitra Tani bersama Rumah Nalar sukses menyelenggarakan Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif yang berlangsung selama lima hari, pada 10–14 April 2026. Kegiatan ini digelar di Baruga Rumah Nalar, Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, dengan dukungan dari Bina Desa.

Sebanyak 21 peserta dari berbagai unsur masyarakat Desa Anrang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Mangkir dari Panggilan Disnaker, Yayasan DRC Bulukumba Diduga Hindari Penyelesaian Kasus PHK
Mereka berasal dari beragam kelompok, di antaranya Karang Taruna Bina Bangsa, Ballata Migran, Remaja Masjid, Kader Posyandu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa, hingga komunitas lokal seperti Madu Trigona, Teras Tani Alami, dan KMPS Desa Anrang.

Ketua panitia sekaligus pendiri Rumah Nalar, Abdul Haris Mubarak, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menilai keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam proses pembelajaran bersama.

“Partisipasi masyarakat yang beragam menjadi modal penting dalam membangun proses belajar yang kolektif dan bermakna,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Kematian Restina Tija Mandek 6 Bulan, Publik Desak Polres Manggarai Ungkap Fakta
Sementara itu, Ketua Dana Mitra Tani Bulukumba, Sri Puswandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menggunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD), yang menempatkan pengalaman peserta sebagai sumber utama pembelajaran.

“Metode yang digunakan meliputi curah pendapat, diskusi kelompok, tanya jawab, pleno, penugasan, hingga praktik lapangan,” jelasnya.

Kepala Desa Anrang Ismail, dan Ketua Dana Mitra Tani, Sri Puswandi pada hari pertama kegiatan Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif.

Baca Juga:  Antisipasi Macet dan Kecelakaan, Satlantas Bulukumba Terapkan Sistem Satu Arah di Depan RSUD Sultan Daeng Raja
Selama pelaksanaan, peserta didampingi oleh fasilitator yang merupakan alumni Training of Trainers (TOT) Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif dan Kepemimpinan Transformatif.

Mereka mendapatkan berbagai materi, mulai dari pendampingan komunitas pedesaan, komunikasi dan fasilitasi, pengkajian desa partisipatif, hingga praktik lapangan dan perencanaan program menggunakan LPA.

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi pendukung seperti bina suasana dan penyusunan Rencana Aksi Lanjutan (RAL).

Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang belajar bagi masyarakat desa untuk merefleksikan pengalaman hidup, memahami peran sosial, serta meningkatkan kapasitas dalam menganalisis kondisi desa secara menyeluruh, baik dari aspek sosial, budaya, ekonomi, maupun politik secara partisipatif.

Baca Juga:  Darurat Sampah di Jalan Poros Pappae Taccorong Bulukumba: Bahu Jalan Jadi Tempat Pembuangan Liar
Pada hari terakhir, para peserta menyusun Rencana Aksi Lanjutan (RAL) sebagai langkah konkret yang akan diterapkan di komunitas masing-masing.

Mereka juga merumuskan usulan program pembangunan yang akan dihimpun menjadi dokumen rekomendasi pembangunan desa yang partisipatif dan inklusif.

Sebagai tindak lanjut, panitia akan mengagendakan musyawarah bersama peserta guna menyusun dokumen rekomendasi pembangunan Desa Anrang.

Dokumen tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa untuk diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa.

Baca Juga:  Dari Kesepakatan ke Kontroversi: Kisah Utang Rp87 Juta yang Viral dan Dipersoalkan Hukum
Sri Puswandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari panitia, fasilitator, peserta, hingga Pemerintah Desa Anrang.

Ia berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dijaga dalam mendorong pembangunan desa yang lebih partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *