
KLIKSULSEL_Manggarai – Wacana pengembangan komoditas porang di Kabupaten Manggarai kini memasuki fase baru. Tak lagi sebatas budidaya, perhatian mulai bergeser pada penentuan lokasi industri pengolahan yang dinilai strategis, ramah lingkungan, serta minim konflik sosial.
Di tengah dinamika tersebut, termasuk adanya keluhan warga di sekitar pabrik porang yang telah beroperasi di Kecamatan Reo, muncul gagasan alternatif yang dinilai solutif.
Anggota DPRD Manggarai dari Fraksi Partai Demokrat, Arlan Nala, mengusulkan Kecamatan Cibal Barat sebagai lokasi baru pembangunan pabrik pengolahan porang.
Dinilai Strategis dan Minim Konflik“Kalau masyarakat atau warga sekitar pabrik porang di Kecamatan Reo keberatan, maka saya mengajak investor untuk membuka pabrik porang di Kecamatan Cibal Barat,” ujar Arlan.
Menurut Arlan, usulan tersebut bukan tanpa dasar. Ia menyebut Cibal Barat memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya layak sebagai pusat industri porang baru di wilayah Kabupaten Manggarai.
Pertama, dari sisi ketersediaan lahan. Wilayah Cibal Barat dinilai masih memiliki area luas yang jauh dari permukiman warga.
Kondisi ini dianggap penting untuk menghindari potensi gangguan lingkungan maupun sosial seperti yang terjadi di lokasi lain.Selain itu, keberadaan sumber mata air di sekitar lokasi juga menjadi faktor krusial.
Air merupakan kebutuhan utama dalam proses pengolahan porang, sehingga kedekatan dengan sumber air menjadi nilai tambah tersendiri.
Dekat dengan Sumber Bahan BakuKeunggulan kedua terletak pada ketersediaan bahan baku. Cibal Barat diketahui memiliki potensi porang yang cukup besar. Bahkan, sekitar 50 persen porang yang diperjualbelikan masyarakat setempat masih berasal dari hasil alam liar.
Jika potensi ini dikembangkan melalui sistem budidaya yang lebih modern dan berkelanjutan, Cibal Barat berpeluang menjadi salah satu sentra produksi porang terbesar di Manggarai.
Dengan bahan baku yang melimpah di sekitar lokasi, biaya distribusi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan efisiensi industri.Berada di Pusat Kawasan Produksi
Secara geografis, posisi Cibal Barat juga dinilai sangat strategis. Wilayah ini berada di tengah-tengah kawasan penghasil porang seperti Reok Barat, Rahong Utara, hingga Ndoso.
Solusi dan Peluang Ekonomi Baru
Arlan menegaskan, gagasan ini bukan sekadar memindahkan lokasi industri, tetapi bagian dari upaya menata potensi daerah secara lebih optimal.
Di satu sisi, solusi ini diharapkan mampu meredam konflik sosial yang muncul di lokasi pabrik sebelumnya. Di sisi lain, kehadiran industri di Cibal Barat diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.Mulai dari petani porang, tenaga kerja, hingga pelaku usaha pendukung, seluruhnya berpotensi merasakan dampak positif dari pengembangan industri ini.
“Porang adalah aset daerah yang harus dikelola secara bijak. Industri tetap penting, tapi harus berjalan selaras dengan kenyamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tegas Arlan.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Cibal Barat dinilai mampu menjadi titik temu antara investasi, potensi alam, dan kesejahteraan masyarakat di Manggarai.





