Kongres PMKRI XXXIV Digelar Perdana di Manggarai, Bupati Hery: Indonesia Timur Bukan Wilayah Pinggiran

Avatar photo
Keterangan Foto Kongres PMKRI sekaligus Majelis Permusyawaratan Anggota ke -XXXIII Di Aula Asumta Kateral Ruteng. (Ist)*

RUTENG, Kliksulsel– Dentuman gong mengawali pembukaan Kongres ke-XXXIV Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-XXXIII di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).

Forum nasional yang berlangsung hingga 25 Juli 2026 itu menjadi catatan penting dalam perjalanan PMKRI. Untuk pertama kalinya sejak organisasi tersebut berdiri, Manggarai dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres yang dihadiri ratusan kader dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Krisis LPG Manggarai Makin Parah: Harga Tembus Rp475 Ribu, 5 Dapur MBG Tutup Total
Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit mengatakan, kepercayaan tersebut bukan sekadar kehormatan bagi daerahnya. Menurut dia, penyelenggaraan kongres menjadi kesempatan memperkenalkan potensi, budaya, dan kearifan lokal Manggarai kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“Ini adalah pintu yang terbuka lebar bagi seluruh negeri untuk mengenal potensi, budaya, dan kearifan Manggarai. Sekaligus bukti bahwa Indonesia Timur bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional,” kata Hery saat membuka kongres.

Baca Juga:  Pulau Unik Indonesia: Menyusuri Pesona dan Misteri Sulawesi yang Memikat Dunia
Kongres Dinilai Lebih Penting daripada Siapa yang Membukanya

Dalam sambutannya, Hery mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang rendah forum tersebut hanya karena pembukaannya dilakukan oleh seorang kepala daerah, bukan pejabat pemerintah pusat.

Menurut dia, kualitas sebuah organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang hadir dalam seremoni, melainkan oleh gagasan yang lahir dan dampaknya bagi masyarakat.

“Nilai sebuah organisasi tidak pernah diukur dari siapa yang membuka acara, tetapi dari kualitas gagasan dan kontribusi nyata yang dihasilkan,” ujarnya.

Hery berharap Kongres PMKRI mampu menjadi ruang lahirnya pemikiran yang relevan bagi tantangan bangsa, termasuk pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Soroti Tantangan Pembangunan di Manggarai

Pada kesempatan itu, Hery juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kabupaten Manggarai.

Ia mengatakan, meskipun memiliki potensi besar, Manggarai masih bergantung pada sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur, akses transportasi, konektivitas logistik, serta pemerataan pelayanan publik masih membutuhkan perhatian serius.

Baca Juga:  Ratna Nera Soroti KDRT di Manggarai: “Korban Butuh Dukungan, Bukan Disalahkan”
Karena itu, Hery berharap hasil kongres tidak berhenti pada agenda organisasi, seperti pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

“Kami berharap kongres ini menghasilkan rekomendasi nyata untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” katanya.

Menurut Hery, penguatan otonomi daerah tetap menjadi salah satu instrumen penting agar pembangunan di Indonesia Timur dapat berlangsung lebih merata.

PMKRI Diharapkan Terus Melahirkan Gagasan

Bupati Hery juga mendorong para kader PMKRI agar tidak minder berasal dari daerah yang selama ini dipersepsikan tertinggal.

Ia meyakini perubahan besar justru kerap lahir dari daerah yang memiliki semangat, kreativitas, dan daya juang tinggi.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, lanjut Hery, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres PMKRI XXXIV. Menurut dia, organisasi mahasiswa Katolik tersebut telah berkontribusi melahirkan banyak kader bangsa yang berkiprah di berbagai bidang.

Karena itu, ia berharap PMKRI terus menghadirkan gagasan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan pertanian modern, penguatan kewirausahaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Momentum Memperkuat Peran Indonesia Timur

Kongres PMKRI XXXIV di Ruteng menjadi momentum penting, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi kawasan timur Indonesia, penyelenggaraan forum nasional ini diharapkan memperkuat perhatian terhadap isu pemerataan pembangunan sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah.

Baca Juga:  Pohon Mati di RPH Taccorong Bulukumba Dibiarkan, Berpotensi Membahayakan Bangunan dan Ternak
Bagi Manggarai, kongres ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa daerah di Indonesia Timur tidak hanya menyimpan kekayaan budaya dan potensi sumber daya, tetapi juga mampu menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi pembangunan nasional.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *