Pohon Mati di RPH Taccorong Bulukumba Dibiarkan, Berpotensi Membahayakan Bangunan dan Ternak

Avatar photo
Foto: Kondisi pohon yang tampak telah mati dan mengering yang sepertinya nampak sengaja dimatikan terlihat berdiri di sekitar area Rumah Potong Hewan (RPH) Taccorong, Kabupaten Bulukumba. (Red)

KLIKSULSEL_Bulukumba — Sejumlah pohon yang tampak telah mati dan mengering yang sepertinya sengaja dimatikan terlihat berdiri di sekitar area Rumah Potong Hewan (RPH) Taccorong, Kabupaten Bulukumba.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena pohon-pohon tersebut berpotensi membahayakan bangunan serta aktivitas di dalam kawasan RPH.

Baca Juga:  Darurat Sampah di Jalan Poros Pappae Taccorong Bulukumba: Bahu Jalan Jadi Tempat Pembuangan Liar
Dari pantauan di lokasi, batang dan cabang pohon terlihat rapuh tanpa daun, dengan struktur yang sudah tidak lagi kokoh, bahkan beberapa ranting pohon yang ukurannya cukup besar nampak sudah sangat rapuh dan rawan jatuh.

Beberapa di antaranya berada sangat dekat dengan bangunan utama RPH, bahkan menjulang tepat di samping jalur akses keluar-masuk.

Baca Juga:  Menggugat Nurani Penegakan Hukum Catatan Kritis Untuk Nahkoda Baru Kasat Narkoba Polres Bulukumba
Warga sekitar yang memperhatikan dari luar menilai, keberadaan pohon mati tersebut seharusnya segera ditangani oleh pihak terkait.

Selain mengganggu estetika lingkungan, risiko pohon tumbang menjadi ancaman nyata, terutama saat terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem.

“Kalau dibiarkan, ini bisa berbahaya, termasuk membahayakan para pegawai dan petugas RPH. Bisa saja sewaktu-waktu roboh dan menimpa bangunan atau orang yang beraktivitas di sini,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, (25/04).

Tidak hanya membahayakan struktur bangunan, kondisi ini juga berpotensi mengancam keselamatan ternak yang berada di area RPH. Pohon tumbang dapat menyebabkan kerusakan fasilitas kandang maupun melukai hewan.

Baca Juga:  Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Dorong Investasi Berkeadilan dan Berbasis Kesejahteraan
Selain itu, lingkungan sekitar terlihat cukup terbuka dengan aktivitas lalu lintas manusia dan kendaraan, sehingga potensi risiko semakin besar jika tidak segera dilakukan penebangan atau peremajaan pohon.

Masyarakat berharap pihak Instansi terkait mengambil langkah antisipatif sebelum ada korban.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *