Menunggu yang Tak Kunjung Datang, Warga Bonto Manai Pilih Perbaiki Jalan Rusak dengan Uang Sendiri

Avatar photo
Gambar Screenshot Vidio Rekaman yang diunggah akun TikTok @jusrirabi

BULUKUMBA, KLIKsulsel, _Deru kendaraan sesekali terdengar melintasi Jalan Lambara, Dusun Massuani, Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Di ruas jalan yang dipenuhi lubang dan permukaan yang tak lagi rata itu, sejumlah warga terlihat memegang cangkul, sekop, dan gerobak.

Mereka bekerja bersama, bukan dalam proyek pemerintah, melainkan dari hasil urunan yang mereka kumpulkan sendiri.

Pemandangan itu belakangan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @jusrirabi memperlihatkan warga bergotong royong memperbaiki jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.

Baca Juga:  Potret Miris di Manggarai, Ibu dan Anak Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
Di balik aktivitas tersebut, terselip rasa kecewa yang disampaikan perekam video. Ia mengatakan warga telah lama menunggu perbaikan dari pemerintah, tetapi hingga kini belum juga terealisasi. Karena itulah, masyarakat memilih mengambil inisiatif.

“Ini Pak Bupati, jalan yang dikerja hasil swadaya masyarakat. Bukan dari dana pemerintah. Ditunggu pemerintah namun tidak datang-datang juga, makanya kita antusias swadaya untuk memperbaiki jalan sendiri,” ucap pria dalam video yang beredar luas di media sosial.

Bagi warga, jalan bukan sekadar hamparan aspal. Jalur itu menjadi penghubung aktivitas sehari-hari, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang mengangkut hasil panen, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju pusat layanan kesehatan maupun pasar.

Baca Juga:  Ketua LIPAN Bulukumba Beberkan Dugaan Skandal Tambang Liar, Oknum DLH hingga Polisi Jadi Sorotan
Ketika kondisi jalan terus memburuk, pilihan yang tersisa hanyalah menunggu atau bergerak sendiri. Warga Dusun Massuani memilih pilihan kedua.

Mereka mengumpulkan dana secara sukarela, membeli material, lalu bergotong royong menutup bagian-bagian jalan yang rusak agar lebih aman dilalui.

Aksi sederhana itu justru memantik perhatian luas di dunia maya. Ribuan pengguna media sosial memberikan respons beragam. Banyak yang memuji semangat kebersamaan warga yang tidak tinggal diam menghadapi persoalan di lingkungan mereka.

Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa perbaikan infrastruktur dasar harus dilakukan dengan biaya masyarakat.

Baca Juga:  Disdukcapil Bulukumba Konsisten Layani Masyarakat di Tengah Libur Nasional
Salah satu komentar datang dari akun @Abiel Arqam yang mempertanyakan penggunaan anggaran pemerintah.

“Di mana semua itu dana? Padahal ada Dana Desa dan dana pemerintah.”

Komentar senada disampaikan akun @MR DIN yang menilai masih banyak ruas jalan rusak di Bulukumba yang membutuhkan perhatian.

Sementara akun @Sunday Morning mengaku mengalami kondisi serupa di daerahnya. Menurutnya, janji perbaikan kerap disampaikan dari tahun ke tahun, tetapi belum juga terwujud.

“Sama om, di kampungku juga begitu. Mirisnya selalu dijanji tahun depan, tahun depan, tapi ah sudahlah, di kampungnya saja yang dibaguskan jalannya,” tulisnya.

Di antara ratusan komentar itu, akun @Ns Abi juga melontarkan kritik terhadap pemerintah daerah, menambah panjang daftar respons publik atas video tersebut.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Pengrusakan dan Penyerobotan Lahan Di Bulukumba, Tiga Pekan Tak Ada Perkembangan, KKRB Pertanyakan Kinerja Penyidik
Fenomena warga memperbaiki jalan secara swadaya bukanlah cerita baru di berbagai daerah.

Namun, setiap kali peristiwa serupa muncul, pertanyaan yang sama kembali mengemuka: sampai kapan masyarakat harus bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang sejatinya menjadi bagian dari pelayanan publik?

Hingga artikel ini ditulis, Media ini tetap menunggu hak jawab dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk memberikan keterangan resmi terkait kondisi Jalan Lambara di Dusun Massuani maupun pernyataan warga yang terekam dalam video viral tersebut.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *