Suasana Khidmat Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Masjid Fastabiqul Khaerat Desa Manyampa

Avatar photo
Suasana kehangatan usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di Mesjid Fastabiqul khaerat dusun Alaraya desa manyampa. (Foto KLIKsulsel.web.id)*

KLIKsulsel, Bulukumba – Suasana haru, khidmat, dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan ibadah Idul Adha di Masjid Fastabiqul Khaerat, Dusun Alaraya Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba.

Warga setempat dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang tua, berkumpul untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1447 H dan menjalankan tradisi kurban sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Sejak pagi hari, warga sudah berdatangan ke masjid yang dicat warna biru cerah ini, mengenakan busana muslim terbaik. Anak-anak tampak antusias hadir, sebagian mengenakan peci khas dengan motif unik. Di pelataran mesjid bendera berwarna-warni yang menambah semarak suasana. Bendera-bendera tersebut dikibarkan dengan bangga, menjadi simbol semangat persatuan dan kebersamaan warga Dusun Alaraya dalam merayakan hari raya yang istimewa ini.

Baca Juga:  Konflik Tanah Adat Mbehal Memanas, Dugaan Mafia Tanah dan Bantahan Polisi Berseberangan
Di pelataran masjid, para tokoh masyarakat, pemuka agama, dan warga saling bersalaman dan bertukar ucapan selamat. Suasana kekeluargaan sangat terasa, di mana perbedaan usia dan latar belakang seakan hilang, menyatu dalam satu tujuan ibadah.

Saat khutbah berlangsung, seluruh jamaah mendengarkan dengan penuh perhatian. Khotib dalam pesannya menegaskan makna sejati perayaan ini.

“Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang menyembelih keinginan diri sendiri, mengalahkan ego, dan melatih ketundukan total kepada perintah Allah SWT, persis seperti ketulusan Nabi Ibrahim AS yang siap mengorbankan apa pun demi cinta-Nya,” ujar Khotib di hadapan seluruh jamaah.

 Ia juga mengingatkan agar semangat berbagi dan kepedulian tidak hanya muncul di hari raya saja.

“Kurban adalah bukti nyata rasa syukur kita. Daging yang kita bagikan adalah kasih sayang yang kita sampaikan kepada sesama. Mari jadikan momen ini sebagai langkah nyata mempererat persaudaraan, menghapuskan perbedaan, dan menjaga kerukunan antarwarga Desa Manyampa, karena kekuatan kita ada pada kebersamaan,” tambahnya lagi.

Baca Juga:  Tertawa Adalah Olahraga Mini: Ketika Bahagia Menjadi Gerak yang Menyembuhkan
Salah satu pengurus mesjid menyampaikan bahwa pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan lancar dan aman berkat kerja sama seluruh warga.

“Semangat gotong royong warga Desa Manyampa, khususnya Dusun Alaraya sangat luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan agama masih sangat kental terjaga di sini. Semoga kegiatan ini membawa berkah, mempererat tali persaudaraan, dan meningkatkan iman serta takwa kita semua,” ujarnya.

Warga Desa Manyampa mengaku sangat gembira dapat merayakan Idul Adha bersama-sama di masjid tercinta ini. Bagi mereka, momen ini bukan sekadar perayaan agama, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antarwarga, menjaga kerukunan, dan menguatkan persatuan desa.

Dengan latar belakang pohon kelapa dari kejauhan yang menjulang dan bangunan masjid yang sederhana namun penuh makna, perayaan Idul Adha di Masjid Fastabiqul khaerat menjadi gambaran indah keberagaman dan kekuatan persatuan masyarakat Bulukumba.

Baca Juga:  Sepotong Narasi Refleksi HUT ke-66 Bulukumba: Membangun Ekonomi Daerah dengan Kolaborasi
Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini terus dijaga dan dilestarikan, menjadi identitas tersendiri bagi warga Dusun Alaraha dalam menjalankan ajaran agama dan nilai luhur budaya setempat.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa di pelosok desa pun, semangat beribadah dan berbagi tetap berkobar, menjadikan Idul Adha bukan hanya perayaan, melainkan momen nyata mewujudkan masyarakat yang saling peduli, rukun, dan sejahtera.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *