KLIKSULSEL_Manggarai, 26 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang jatuh pada 27 April, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng di Ruteng menggelar kegiatan sosial berupa bazar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) di Lapangan Penjara Lama, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat.
Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, acara tersebut mendapat sambutan antusias dari warga.
Kepala Rutan Ruteng, Saiful Buchori, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata transformasi pemasyarakatan yang tidak lagi bersifat tertutup.“Selama ini masih ada anggapan bahwa lembaga pemasyarakatan adalah tempat yang negatif. Padahal, saat ini kami berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang baik,” ujar Saiful.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta pimpinan instansi terkait.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembaruan citra pemasyarakatan.Selain bazar murah, layanan kesehatan gratis menjadi salah satu daya tarik utama. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan asam urat dengan bantuan tenaga medis dari puskesmas setempat.
Bagi masyarakat, layanan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, bazar yang digelar juga menghadirkan berbagai produk kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Menariknya, sejumlah hasil karya warga binaan turut dipamerkan dan dijual kepada masyarakat.Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan seperti anyaman bambu, furnitur sederhana, tas berbahan daun, hingga lukisan.
Hasil karya ini menjadi bukti keberhasilan program pembinaan keterampilan di dalam rutan.Penanggung jawab pembinaan, Gusti Purnomo, menjelaskan bahwa keterampilan tersebut diperoleh melalui pelatihan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun karakter. Harapannya, mereka bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, warga binaan juga dilibatkan dalam kegiatan produktif seperti pengelolaan kebun di lingkungan rutan sebagai bagian dari program kemandirian.
Salah satu pelaku usaha kecil, Yayu Puja Astuti, mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena mampu meningkatkan penjualan sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan pihak rutan.
Saiful menambahkan, rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan telah dimulai sejak beberapa waktu lalu melalui kegiatan sosial seperti donor darah dan kerja bakti.“Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan, karena manfaatnya sangat terasa bagi kami,” katanya.
Melalui berbagai kegiatan ini, Rutan Ruteng berupaya menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan harapan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa lembaga pemasyarakatan kini hadir sebagai bagian dari masyarakat, dengan semangat pelayanan dan pengabdian yang lebih humanis.




