Gedung Sawerigading Bulukumba Terbengkalai, Dulu Jadi Pusat Kegiatan Kini Tertutup Semak

Avatar photo
Foto Kondisi gedung Sawerigading saat ini yang terkesan terabaikan di Terang-Terang Kec. Ujungbulu, Bulukumba (Ar)

KLIKSULSEL, Bulukumba — Di tengah geliat pembangunan yang kian pesat, bayang-bayang masa lalu justru tampak meredup di sudut kota. Di antara kemegahan gedung modern seperti gedung Pinisi dan gedung Ammatoa, sebuah bangunan lama berdiri dalam diam—nyaris dilupakan waktu.

Gedung Sawerigading yang dahulu menjadi pusat denyut kegiatan masyarakat dan pemerintahan, kini terlihat terbengkalai.

Baca Juga:  Dari Kesepakatan ke Kontroversi: Kisah Utang Rp87 Juta yang Viral dan Dipersoalkan Hukum
Pantauan di lokasi, area sekitar gedung dipenuhi semak belukar yang menjulang tinggi, bahkan sudah tampak seperti semak menutup akses masuk.

Baca Juga:  Penghormatan Terakhir untuk AIPTU Muhammad Ilyas, Polres Bulukumba Gelar Upacara Pemakaman Dinas
Dinding bangunan tampak kusam dimakan usia. Beberapa bagian mulai menunjukkan kerusakan, seolah menjadi saksi bisu dari minimnya perhatian.

Tak ada lagi hiruk pikuk acara, tak terdengar lagi riuh tawa pertemuan—yang tersisa hanya sunyi dan jejak kenangan.

Baca Juga:  Literasi Informasi Jadi Senjata Lawan Hoaks, Pemkab Manggarai Libatkan Guru dan Pustakawan
Pernah Jadi Ikon Kegiatan Sosial dan Seremonial

Gedung ini dulunya merupakan salah satu ikon penting di Bulukumba. Berbagai kegiatan resmi pemerintahan, acara seremonial, hingga pertemuan masyarakat digelar di sini.

Terletak strategis di Kelurahan Terang-Terang, Kecamatan Ujungbulu, Gedung Sawerigading pernah menjadi ruang serbaguna yang hidup. Ia menjadi tempat tasyakuran pendidikan, pesta pernikahan, hingga forum-forum penting yang mempertemukan warga dalam satu ruang kebersamaan.

Baca Juga:  DLHK Bulukumba Intensifkan Penagihan Retribusi Persampahan di Bentenge, Dorong Peningkatan PAD Triwulan II 2026
Namun kini, semua itu tinggal cerita.
Warga Prihatin, Harap Ada Revitalisasi
Sejumlah warga sekitar mengaku prihatin melihat kondisi gedung yang semakin tak terurus. Mereka berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk menghidupkan kembali fungsi bangunan tersebut.

“Dulu di sini sering ada acara besar, ramai sekali. Sekarang malah kosong dan seperti tidak diperhatikan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (04/04).

Hal senada disampaikan Sulfikar, warga Kecamatan Ujungbulu. Ia mengaku memiliki kenangan pribadi dengan gedung tersebut.

“Gedung ini sangat berkesan bagi keluarga kami. Pernikahan anak pertama saya dulu digelar di sini. Sayang sekali sekarang terbengkalai, padahal bisa difungsikan kembali kalau ada perhatian,” tuturnya.

Baca Juga:  Kampung Wisata Cilallang di Bulukumba Tawarkan Wisata Alam dan Edukasi Budidaya Ikan
Menunggu Perhatian di Tengah Pembangunan Kota

Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait rencana perbaikan atau pemanfaatan kembali Gedung Sawerigading.

Padahal, jika dikelola dengan baik, bangunan ini berpotensi kembali menjadi ruang publik yang hidup dan bermanfaat.

Baca Juga:  Konsultasi Pendampingan Keluarga di Bontotanga, Menguatkan Sinergi Demi Layanan Kependudukan yang Lebih Humanis
Kondisi ini menjadi potret nyata bagaimana aset bersejarah dapat kehilangan makna jika tak dirawat.

Di tengah laju pembangunan yang terus bergerak maju, Gedung Sawerigading justru tertinggal—seperti halaman lama yang tak lagi dibaca, menunggu disentuh kembali agar kisahnya tak benar-benar hilang.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *