Literasi Informasi Jadi Senjata Lawan Hoaks, Pemkab Manggarai Libatkan Guru dan Pustakawan

Foto Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi informasi di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai Selasa 19/05/2026. (Ist)*

KLIKsulsel, RUTENG, — Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks, kemampuan memilah informasi yang benar menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan bertema “Transformasi Literasi: Menjadi Garda Terdepan Informasi yang Akurat dan Inspiratif” itu diikuti sekitar 150 peserta. Mereka berasal dari kalangan guru, pustakawan, pengelola perpustakaan, hingga pegiat literasi dari Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii.

Baca Juga:  Kementerian Transmigrasi Raih Penghargaan Ombudsman RI 2025, Bukti Pelayanan Publik Berkelas Tertinggi
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, menegaskan bahwa makna literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Menurut dia, literasi informasi menjadi keterampilan penting di era digital yang sarat banjir informasi.

“Literasi informasi adalah kecakapan mengenali kebutuhan data, menemukannya, mengevaluasi kualitasnya, hingga menyebarkannya secara etis dan bertanggung jawab. Guru dan pustakawan adalah ujung tombak menciptakan masyarakat yang cerdas informasi,” ujar Fabianus saat membuka kegiatan.

Program tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun 2026. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Manggarai, Gabriel Aldino Posenti Tjangkoeng, mengatakan bimtek itu bertujuan membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam penguatan budaya literasi di daerah.

Baca Juga:  Potret Miris di Manggarai, Ibu dan Anak Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
Menurut Gabriel, pustakawan memiliki peran sebagai penjaga sumber informasi, guru sebagai fasilitator pengetahuan, sedangkan pegiat literasi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber turut membagikan pandangan terkait penguatan literasi informasi. Meldyanti Hagur Marcelina menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak lingkungan keluarga.

Baca Juga:  Cetak Generasi Dakwah, Muhammadiyah Sulsel Luluskan 500 Da’i Muda
Sementara itu, akademisi dan kurator sastra Marcelus Ungkang memaparkan pendekatan kreatif dan akademis dalam pengembangan literasi masyarakat.

Praktisi media Robertus Bellarminus Nagut juga mengingatkan pentingnya menghadirkan informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab di ruang digital guna menangkal penyebaran hoaks.

Diskusi yang dipandu Claudia Febriani Djenadut bersama Angela Ratna Sari Biu berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi tanya jawab.

Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menegaskan komitmennya untuk terus menggelar program literasi secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang kritis, cerdas, dan bijak dalam menyikapi informasi di era modern.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *