Potret Miris di Manggarai, Ibu dan Anak Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Avatar photo
Foto Sejumlah Ibu-ibu dan anak memperbaiki jalan Di desa Golo Langkok Kecamatan Rahong Utara kabupaten Manggarai. (Ist)*

KLIKsulsel_Manggarai – Di tengah berbagai klaim kemajuan pembangunan daerah, sebuah pemandangan memilukan justru muncul dari pelosok Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah ibu dan anak-anak di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, turun langsung memperbaiki jalan rusak yang selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.

Aksi gotong royong itu terjadi di kampung topak. Kondisi jalan disebut mengalami kerusakan parah dengan lubang besar, permukaan tak rata, hingga sulit dilalui kendaraan maupun warga yang melintas setiap hari.

Baca Juga:  Aspirasi Mengalir di Reses DPRD Manggarai: Warga Lelak Tagih Realisasi Program
Ironisnya, perbaikan sederhana yang dilakukan warga bukan dikerjakan oleh petugas dinas terkait ataupun tim teknis pemerintah daerah.

Para ibu dan anak-anak desa justru terlihat memadatkan tanah, menimbun lubang, dan merapikan jalur dengan alat seadanya demi keselamatan bersama.

Baca Juga:  Polsek Reo Siaga Ramadan 1447 H: 20 Personel Amankan Lima Masjid dan Intensifkan Patroli Wilayah Rawan di Manggarai
Peristiwa itu memantik sorotan publik setelah diunggah seorang warganet di media sosial. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan makna pembangunan jika kebutuhan dasar masyarakat masih terabaikan.

“Kemajuan sebuah daerah bukan dilihat seberapa megah gedung yang ada, bukan dilihat seberapa baik angka yang tercatat. Selama masih ada hal mendasar yang belum diperhatikan, maka daerah itu belum bisa dikatakan berhasil dalam pembangunan,” tulisnya.

Unggahan tersebut ramai diperbincangkan karena dianggap menggambarkan kontras antara laporan pembangunan dengan kenyataan di lapangan.

Baca Juga:  Satu Keluarga, Satu Semangat: Lelak Cup 1 Sukses Satukan Warga Manggarai di Surabaya
Selama ini, berbagai survei dan laporan pemerintah disebut menunjukkan hasil positif terkait kondisi infrastruktur di Kabupaten Manggarai.

Namun warga di pelosok masih harus menghadapi akses jalan yang rusak dan minim perhatian.

Baca Juga:  KSP Obor Mas Tegaskan Transparansi dan Kepercayaan Anggota dalam RAT Satarmese Utara
Warga Merasa Janji Tinggal Janji

Dalam visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Manggarai, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas.

Pemerintah menjanjikan penguatan konektivitas antarwilayah dari desa hingga kecamatan guna mendukung pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Rencana Kirim Alat Berat Lewat Feri ASDP Dipertanyakan, Publik Desak Kejelasan Regulasi
Namun bagi warga Desa Golo Langkok, janji itu dinilai belum terasa nyata.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena merasa perhatian pemerintah semakin jauh setelah pemilu usai.

“Dulu mereka datang ke sini meminta suara kita. Banyak janji manis yang diucapkan, sampai kita merasa senang dan percaya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi berubah setelah para pejabat terpilih menduduki jabatan.
“Sekarang rasanya kita makin jauh dari perhatian. Seolah-olah kita bukan bagian dari wilayah Kabupaten Manggarai ini,” lanjutnya.

Baca Juga:  Muscab IX PPP Bulukumba Digelar, Dorong Transformasi Partai Lebih Progresif
Keluhan serupa disebut kerap muncul saat warga mempertanyakan kondisi jalan rusak. Jawaban yang diterima umumnya terkait keterbatasan anggaran atau pemangkasan dana pembangunan.

Kritik untuk Pemerintah dan DPRD

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Warga menilai pemerintah daerah dan DPRD seharusnya lebih peka terhadap persoalan mendasar yang dialami masyarakat desa.

Bagi warga, keberadaan ibu dan anak-anak yang turun memperbaiki jalan menjadi simbol ketidakhadiran negara di tengah kebutuhan mendesak rakyatnya.

Infrastruktur dinilai bukan sekadar proyek fisik atau angka dalam laporan pemerintahan. Jalan yang layak merupakan hak dasar masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keselamatan saat beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Asap dan Diamnya DLH Manggarai: Ada Apa di Balik Polemik Pabrik Wangkung?
Karena itu, warga berharap pemerintah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan tidak hanya berpatokan pada laporan administratif semata.

Jadi Cermin Pembangunan Daerah
Peristiwa di Desa Golo Langkok kini menjadi sorotan sekaligus kritik sosial terhadap arah pembangunan daerah.

Semangat gotong royong warga memang menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat desa, namun di sisi lain juga menjadi pertanyaan tajam tentang prioritas pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga:  Dari Kesepakatan ke Kontroversi: Kisah Utang Rp87 Juta yang Viral dan Dipersoalkan Hukum
Warga berharap kejadian tersebut menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.

Sebab bagi mereka, kemajuan sebuah daerah tidak cukup diukur dari gedung megah atau angka statistik semata, melainkan dari sejauh mana rakyat kecil benar-benar merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *