
KLIKsulsel_Manggarai – Di tengah berbagai klaim kemajuan pembangunan daerah, sebuah pemandangan memilukan justru muncul dari pelosok Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah ibu dan anak-anak di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, turun langsung memperbaiki jalan rusak yang selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Aksi gotong royong itu terjadi di kampung topak. Kondisi jalan disebut mengalami kerusakan parah dengan lubang besar, permukaan tak rata, hingga sulit dilalui kendaraan maupun warga yang melintas setiap hari.
Ironisnya, perbaikan sederhana yang dilakukan warga bukan dikerjakan oleh petugas dinas terkait ataupun tim teknis pemerintah daerah.Para ibu dan anak-anak desa justru terlihat memadatkan tanah, menimbun lubang, dan merapikan jalur dengan alat seadanya demi keselamatan bersama.
Peristiwa itu memantik sorotan publik setelah diunggah seorang warganet di media sosial. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan makna pembangunan jika kebutuhan dasar masyarakat masih terabaikan.“Kemajuan sebuah daerah bukan dilihat seberapa megah gedung yang ada, bukan dilihat seberapa baik angka yang tercatat. Selama masih ada hal mendasar yang belum diperhatikan, maka daerah itu belum bisa dikatakan berhasil dalam pembangunan,” tulisnya.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan karena dianggap menggambarkan kontras antara laporan pembangunan dengan kenyataan di lapangan.
Namun warga di pelosok masih harus menghadapi akses jalan yang rusak dan minim perhatian.
Warga Merasa Janji Tinggal JanjiDalam visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Manggarai, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas.
Pemerintah menjanjikan penguatan konektivitas antarwilayah dari desa hingga kecamatan guna mendukung pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.
Namun bagi warga Desa Golo Langkok, janji itu dinilai belum terasa nyata.Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena merasa perhatian pemerintah semakin jauh setelah pemilu usai.
“Dulu mereka datang ke sini meminta suara kita. Banyak janji manis yang diucapkan, sampai kita merasa senang dan percaya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi berubah setelah para pejabat terpilih menduduki jabatan.
“Sekarang rasanya kita makin jauh dari perhatian. Seolah-olah kita bukan bagian dari wilayah Kabupaten Manggarai ini,” lanjutnya.
Kritik untuk Pemerintah dan DPRD
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Warga menilai pemerintah daerah dan DPRD seharusnya lebih peka terhadap persoalan mendasar yang dialami masyarakat desa.
Bagi warga, keberadaan ibu dan anak-anak yang turun memperbaiki jalan menjadi simbol ketidakhadiran negara di tengah kebutuhan mendesak rakyatnya.
Infrastruktur dinilai bukan sekadar proyek fisik atau angka dalam laporan pemerintahan. Jalan yang layak merupakan hak dasar masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keselamatan saat beraktivitas sehari-hari.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan tidak hanya berpatokan pada laporan administratif semata.Jadi Cermin Pembangunan Daerah
Peristiwa di Desa Golo Langkok kini menjadi sorotan sekaligus kritik sosial terhadap arah pembangunan daerah.
Semangat gotong royong warga memang menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat desa, namun di sisi lain juga menjadi pertanyaan tajam tentang prioritas pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Warga berharap kejadian tersebut menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.Sebab bagi mereka, kemajuan sebuah daerah tidak cukup diukur dari gedung megah atau angka statistik semata, melainkan dari sejauh mana rakyat kecil benar-benar merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.




