Pilkades Desa Ketang 2026: Urbanus Kadijo Usung Pemberdayaan Hortikultura dan Tata Kelola Transparan

Avatar photo
Keterangan: Foto Urbanus Kalijo menyerahkan berkas Calon kepala Desa kepada Panitia Penyelenggara Pilkades Desa Ketang. (Red)*

KLIKsulsel, MANGGARAI – Dinamika menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, mulai menjadi perhatian masyarakat.

Di tengah berbagai isu yang berkembang menjelang tahapan pendaftaran calon kepala desa, sejumlah tokoh masyarakat mengajak warga tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Ketang, mengingatkan warga agar tetap mengedepankan kerukunan yang selama ini terjaga di tengah masyarakat.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Siapa pun yang maju sebagai calon kepala desa adalah putra-putra terbaik Desa Ketang yang memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Baca Juga:  Dugaan Penebangan Sonokeling Ilegal di TTU Disorot, WALHI NTT Desak Aparat Bertindak
Tahapan pendaftaran bakal calon Kepala Desa Ketang menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa untuk beberapa tahun ke depan. Pilkades tidak hanya dipandang sebagai proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan gagasan dan program pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan warga.

Urbanus Kadijo Mendaftar sebagai Bakal Calon Kepala Desa

Pada Senin pagi, tepatnya pukul 10.00, 02/06/2026 bertempat di kantor desa Ketang, Urbanus Kadijo secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Ketang di Kantor Desa Ketang. Kehadirannya menambah daftar figur yang akan bersaing dalam kontestasi demokrasi tingkat desa tersebut.

Baca Juga:  Lambannya Penanganan Kasus Restina Tija Jadi Sorotan, Masyarakat Menuntut Kepastian
Urbanus merupakan putra asli Desa Ketang yang lahir dan besar di lingkungan masyarakat setempat. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDK Lamba Ketang pada tahun 1991, melanjutkan pendidikan di SMP Katolik St. Stefanus Ketang hingga lulus pada tahun 1994, dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Katolik St. Fransiskus Ruteng pada tahun 1997.

Latar belakang tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk pemahamannya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki Desa Ketang.

Fokus pada Pengembangan Hortikultura

Dalam visi yang disampaikannya, Urbanus menempatkan sektor pertanian, khususnya hortikultura, sebagai salah satu program prioritas apabila dipercaya memimpin Desa Ketang.

Baca Juga:  WALHI NTT Soroti Proyek Garam K-SIGN di Rote Ndao, Dinilai Ancam Ekosistem Pesisir
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat desa. Karena itu, pengembangan hortikultura dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program tersebut mencakup penguatan kapasitas petani, peningkatan pengetahuan teknis budidaya, hingga upaya memperluas akses pasar bagi hasil pertanian warga.

“Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari sektor yang paling dekat dengan kehidupan warga. Pertanian hortikultura memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Urbanus.

Mengusung Prinsip Adil, Merata, dan Transparan

Selain pengembangan ekonomi desa, Urbanus juga mengusung prinsip tata kelola pemerintahan desa yang adil, merata, dan transparan.

Baca Juga:  Miris! Sampah Menggunung di Pasar Tanete Bulukumba, Pengunjung Keluhkan Bau Menyengat
Prinsip keadilan diarahkan pada pelayanan dan pembangunan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kelompok tertentu. Sementara pemerataan pembangunan ditujukan agar manfaat program desa dapat dirasakan hingga ke wilayah-wilayah dusun yang selama ini belum tersentuh secara optimal.

Di sisi lain, transparansi menjadi salah satu komitmen utama dalam pengelolaan pemerintahan desa, termasuk terkait penggunaan anggaran, penyaluran bantuan, serta pelaksanaan program pembangunan yang dapat diawasi masyarakat secara terbuka.

Tokoh Masyarakat Ajak Warga Jaga Persatuan

Menjelang tahapan Pilkades, tokoh masyarakat berharap seluruh warga tetap mengedepankan budaya demokrasi yang sehat. Perbedaan pilihan politik diharapkan tidak mengganggu hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Warga juga diminta menilai setiap calon berdasarkan rekam jejak, program kerja, kapasitas kepemimpinan, serta integritas yang dimiliki, bukan berdasarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

Pilkades Desa Ketang diharapkan menjadi ruang demokrasi yang melahirkan pemimpin terbaik untuk membawa desa menuju pembangunan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, terutama di sektor pertanian, masyarakat berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan warga serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *