Dana Hampir Rp1 Miliar, Air Bersih Belum Mengalir untuk 22 KK di Para Lando

Avatar photo
Foto Arlan Nala Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Dari Fraksi partai Demokrat. (Ist)

KLIKSULSEL_Ruteng, 22 April 2026 — Hampir satu miliar rupiah telah digelontorkan untuk menghadirkan air bersih di Desa Para Lando, Kecamatan Reok Barat.

Angka yang besar, harapan yang tinggi. Namun hingga hari ini, air yang dijanjikan belum sepenuhnya mengalir ke semua rumah.

Baca Juga:  Seruan Bersama 7 Paroki Gugus Kota Ruteng: Jumat Agung Hening Jadi Jembatan Spiritual dan Gotong Royong
Sebanyak 22 Kepala Keluarga masih menanti, menggantungkan harap pada pipa-pipa yang belum menjangkau halaman mereka.

Di tengah lanskap desa yang sunyi dan perbukitan yang menahan gema langkah warga, ironi itu terasa begitu nyata: proyek telah rampung, tetapi manfaatnya belum utuh dirasakan.

Baca Juga:  Nyawa Ditahan Administrasi: Wajah Buram Pelayanan di RSUD Ruteng Terkuak
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Partai Demokrat, Arlan Nala, menyuarakan kegelisahan itu dengan tegas. Baginya, pelayanan publik tidak boleh berhenti di tengah jalan, apalagi ketika menyangkut kebutuhan paling dasar: air.

“Air bersih adalah hak, bukan hadiah. Masih ada 22 KK yang belum terlayani. Ini tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya kepada awak media, Rabu (22/4).

Janji Infrastruktur yang Belum Selesai
Proyek pembangunan air minum yang selesai pada 2025 itu semestinya menjadi jawaban atas kesulitan panjang warga.

Baca Juga:  Bulukumba Menuju Kabupaten Pertanian Organik, Workshop Kebijakan Digelar di Desa Anrang
Bertahun-tahun, sebagian masyarakat harus berjalan jauh, menenteng jeriken, menunggu tetesan demi tetesan dari sumber yang tak selalu ramah musim.

Namun harapan itu kini terasa setengah jadi. Jaringan pipa yang dibangun belum menjangkau seluruh wilayah. Ada rumah-rumah yang masih berdiri dalam kekeringan, meski anggaran telah habis terserap.

Arlan menilai, kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam memastikan pemerataan layanan.

“Tujuan pembangunan adalah menghadirkan kemudahan. Kalau masih ada yang kesulitan, berarti ada yang belum beres,” katanya.

Ketika Anggaran Besar Tak Sejalan dengan Hasil

Baca Juga:  Dua Desa di Manggarai Kekurangan Perangkat, PMD Pastikan Seleksi Tunggu Juknis
Pertanyaan yang mengemuka pun sederhana namun mendasar: bagaimana mungkin dana mendekati Rp1 miliar tidak mampu menjangkau seluruh warga?

Dalih teknis yang kerap muncul pasca-proyek, menurut Arlan, tidak bisa lagi menjadi pembenaran. Perencanaan yang matang seharusnya sudah mengantisipasi berbagai kendala di lapangan.

“Kalau sejak awal dirancang dengan benar, hasil akhirnya juga harus menyeluruh. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, minimnya sosialisasi juga menjadi sorotan. Warga mengaku tidak mendapatkan penjelasan utuh sejak awal proyek berjalan. Ketidakjelasan itu kemudian memunculkan tanda tanya, bahkan kecurigaan.

Baca Juga:  Blokade Jalur Labuan Bajo–Ruteng: Konflik dari Lembor ke Golo Nawang Dipicu Salah Paham Lama
Padahal, transparansi adalah bagian penting dari pembangunan itu sendiri.

DPRD Siapkan Langkah Tegas
Untuk memastikan persoalan ini tidak berlarut-larut, DPRD Kabupaten Manggarai berencana memanggil dinas terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Forum ini diharapkan menjadi ruang terbuka untuk menjawab berbagai pertanyaan yang belum terurai.

Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk menemukan jalan keluar.

“Ini harus segera diselesaikan. Tidak boleh dibiarkan berlarut,” ujar Arlan.

Air, Amanah, dan Harapan
Air adalah sumber kehidupan. Sementara anggaran negara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ketika keduanya tidak bertemu dalam manfaat nyata, yang tersisa hanyalah kekecewaan.

Kini, warga Para Lando masih menunggu. Menunggu air yang seharusnya sudah mengalir. Menunggu janji yang semestinya telah ditepati.

Di antara pipa-pipa yang terpasang dan keran yang belum menetes, ada harapan yang belum selesai ditunaikan. Dan pertanyaan yang terus mengalir: kapan air itu benar-benar sampai?

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *