Longsor Putus Akses Jalan di Manggarai Barat, Warga Keluhkan Minimnya Respons Pemerintah

Avatar photo

KLIKSULSEL, Manggarai Barat – Jalan penghubung antar desa di wilayah Wae Wira, Desa Tengku, Kecamatan Kuwus barat,  Kabupaten Manggarai Barat, terputus akibat longsor yang terjadi pada Rabu (8/4/2026).

Hingga Rabu (15/4/2026), material tanah dan bebatuan masih menutup badan jalan, sementara penanganan dari pihak pemerintah setempat belum terlihat.

Baca Juga:  Turis Jepang Diduga Dilecehkan di Spa Labuan Bajo, Kasus Diselesaikan Secara Damai
Peristiwa longsor tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada malam hari. Akibatnya, tebing di sekitar jalan tidak mampu menahan beban air dan akhirnya runtuh, menimbun akses utama yang selama ini digunakan warga.

Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kampung Monsok di Desa Tengku dengan Desa Gololewe serta akses menuju Kantor Kecamatan Kuwus Barat.

Terputusnya jalur ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi ekonomi, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan.

“Sudah beberapa hari ini kondisi longsor tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah desa,” ujar salah satu warga, Enok Januar, saat ditemui, Rabu (15/4).

Baca Juga:  Ketika Gelar Akademik Dipertanyakan: Kritik terhadap Pernyataan Edi Hardum dan Logika Hukum di Ruang Publik
Ia menyebutkan, warga kini terpaksa melintasi jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Bahkan, sebagian masyarakat harus berjalan kaki melewati area longsor dengan penuh kehati-hatian.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Selain menghambat mobilitas, situasi ini juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang tetap nekat melintas.

Upaya konfirmasi kepada pihak pemerintah desa, termasuk kepala desa setempat, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Warga Desa Tengku dan Desa Gololewe kini berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk segera membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan. Mereka juga menginginkan adanya kepedulian nyata melalui aksi tanggap darurat atau kerja bakti bersama.

Baca Juga:  Pilkades Desa Ketang 2026: Urbanus Kadijo Usung Pemberdayaan Hortikultura dan Tata Kelola Transparan
Bagi masyarakat setempat, jalan ini bukan sekadar akses penghubung, melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari. Terputusnya jalur tersebut menjadi bukti bahwa respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam.

Warga kini menanti kepastian—bukan hanya perbaikan infrastruktur, tetapi juga perhatian dan kehadiran pemerintah di tengah kondisi darurat yang mereka hadapi.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *