Alumni INA 18 A Terbitkan Buku Perdana “IMAJI Antologi Cerpen INA A”, Jejak Sastra yang Puitik dan Humanis

Avatar photo

KLIKSULSEL_Bulukumba, Alumni INA 18 A Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia kembali menorehkan tinta sejarah di dunia literasi Indonesia.

Melalui buku perdana bertajuk IMAJI Antologi Cerpen INA A, mereka membuktikan bahwa kata-kata tak pernah benar-benar usang—ia hidup, tumbuh, dan menemukan jalannya sendiri melalui tangan-tangan kreatif para penulisnya.

Buku IMAJI Antologi Cerpen INA A menjadi karya kolektif pertama yang diterbitkan oleh alumni angkatan INA 18 A. Antologi cerpen ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan mosaik pengalaman, perenungan, dan perjalanan batin yang dirangkai menjadi satu narasi besar tentang kehidupan.

Dari kisah persahabatan yang menghangatkan, perjuangan yang menggetarkan, pengabdian yang sunyi, hingga nilai-nilai kemanusiaan yang universal—semuanya hadir dengan bahasa yang jujur dan penuh rasa.

Salah satu cerpen yang menyita perhatian pembaca adalah karya Yulia Citra Jafar berjudul “Arti Sebuah Persahabatan”. Cerita ini lahir dari pengalaman nyata yang dituturkan dengan kepekaan emosi yang mendalam.

Melalui alur sederhana namun menyentuh, Yulia merangkai makna kebersamaan, kesetiaan, dan kekuatan persahabatan dalam menghadapi ujian hidup. Cerpen ini menjadi cermin bahwa kisah paling kuat kerap datang dari kejujuran rasa.

Tak berhenti di ranah prosa, Yulia Citra Jafar juga menunjukkan konsistensinya di dunia seni sastra melalui karya musikalisasi puisi berjudul “Berakhirnya Sebuah Pengabdian”.

Karya ini memadukan kata dan nada, menghadirkan sastra dalam bentuk yang lebih hidup dan performatif.

Musikalisasi tersebut menjadi bukti bahwa bahasa tak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dihayati dan dirasakan.
Dalam pernyataannya, Yulia menegaskan bahwa kesuksesan bukan hasil dari diam dan menunggu semata.

Ia menekankan pentingnya usaha nyata yang disertai langkah yang tepat dan keberanian untuk terus bergerak.

“Berdoa itu penting, tetapi tanpa usaha yang sungguh-sungguh, itu adalah anggapan yang keliru,” ungkapnya, Selasa (03/02) sebuah refleksi yang juga terasa kuat dalam karya-karyanya.

Menutup setiap langkah dan pemikirannya, Yulia selalu menyampaikan pesan “Salam Kemanusiaan”, sebuah nilai yang melekat erat dalam dirinya sebagai purna organisasi Kepalangmerahan.

Baca Juga:  Sertifikat Jaminan Tak Kunjung Kembali, Nasabah BRI Bantaeng Soroti Dugaan Pelanggaran Sistem

Semangat empati, kepedulian, dan kemanusiaan tersebut tercermin jelas dalam setiap tulisan yang ia hasilkan.

Penerbitan IMAJI Antologi Cerpen INA A diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus berkarya dan merawat budaya literasi.

Lebih dari itu, buku ini menjadi bukti bahwa sastra mampu menjadi ruang refleksi, jembatan empati, sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat—tempat imaji bertemu makna, dan kata-kata menemukan rumahnya.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *