Kliksulsel_Sinjai – dua hari lalu tepatnya senin 25 Mei Kesabaran warga Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, akhirnya benar-benar habis. Setelah bertahun-tahun dipaksa akrab dengan aspal yang hancur dan jalanan yang menyerupai kubangan, masyarakat setempat menggelar aksi protes yang satir sekaligus pilu, menanam pohon pisang tepat di tengah lubang-lubang jalan yang menganga lebar.
Aksi ini bukan sekadar teatrikal musiman. Pohon-pohon pisang yang berdiri kokoh di atas lumpur itu adalah simbol dari “matinya kepedulian pemerintah daerah” terhadap urusan paling mendasar warganya. Jalan yang sejatinya menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas harian, kini justru berubah menjadi ranjau yang mengancam keselamatan nyawa setiap detiknya.
Kronik Pembiaran yang Berlarut-Larut
Ironisnya, kerusakan parah ini bukan pemandangan baru, Warga Desa Baru telah menyuarakan keluhan ini selama bertahun-tahun, namun respons yang diterima selalu berujung pada jalan buntu. Hingga hari ini, belum ada satu pun langkah konkret atau alat berat yang turun ke lokasi untuk memperbaiki hak mobilitas warga. Pemerintah daerah dinilai menutup mata dan terlalu lamban dalam memitigasi risiko keselamatan publik.
“Kalau jalan sudah ditanami pohon pisang, itu tandanya masyarakat sudah lelah berharap. Ini bukan lagi soal kenyamanan berkendara, tapi soal taruhan nyawa yang kami hadapi setiap hari,” ujar salah seorang pemuda Desa Baru dengan nada getir.
Menyoal Ketimpangan Pembangunan
Kondisi infrastruktur di Desa Baru ini mempertegas adanya jurang ketimpangan pembangunan yang nyata di Kabupaten Sinjai. Di tengah megahnya berbagai agenda seremonial dan program kerja pemerintah, kebutuhan paling esensial masyarakat desa justru terpinggirkan. Padahal, jalan yang layak bukanlah sebuah fasilitas mewah atau hadiah dari penguasa, melainkan hak konstitusional warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara.
Dampak dari pembiaran ini sangat sistemik,
Sektor Ekonomi & Pendidikan, Arus distribusi komoditas desa terhambat, dan anak-anak sekolah harus bertaruh keselamatan setiap pagi.
Ancaman Fisik Pengendara roda dua menjadi korban yang paling rapuh. Saat hujan mengguyur, lubang jalan tertutup air dan berubah menjadi jebakan maut yang siap memicu kecelakaan,Desakan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana.
Aksi menanam pohon pisang ini adalah tamparan keras sekaligus sindiran visual agar pemerintah daerah segera bangun dari tidurnya. Warga mengingatkan bahwa infrastruktur jangan hanya dipandang sebagai proyek kalkulasi di atas kertas, melainkan urusan hajat hidup dan kesejahteraan manusia.
Kini, masyarakat Desa Baru menuntut satu hal,eksekusi nyata bukan janji manis atau wacana perbaikan yang mengambang. Jika jeritan dari jalanan berlumpur ini tetap diabaikan, pemerintah Kabupaten Sinjai tidak hanya gagal membangun infrastruktur, tetapi juga gagal mempertahankan kepercayaan publik yang kini berada di titik nadir.





