Ibu Rumah Tangga di Bulukumba Ini Buktikan Pekarangan Bisa Jadi Sumber Pangan

Avatar photo
Foto: Sukawati Ibu rumah tangga Asal Desa Batukaropa Bulukumba, manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan cabai. (Red)*

KLIKSULSEL_Bulukumba, 30 April 2026 — Di sebuah sudut tenang Dusun Bentengnge, Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, kehidupan sederhana menemukan maknanya yang paling dalam.

Di sana, seorang ibu rumah tangga bernama Sukawati merawat harapan—bukan dalam bentuk kata-kata, melainkan tumbuh hijau di pekarangan rumahnya.

Baca Juga:  BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp13 Ribu per Botol di Batukaropa Bulukumba, Warga Mengeluh
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan rumah tangga yang kian terasa menekan, Sukawati memilih jalan yang bersahaja namun sarat makna. Ia memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumahnya untuk menanam berbagai jenis sayuran dan cabai.

Sebuah langkah yang mungkin tampak sederhana, tetapi menyimpan dampak yang luas—baik bagi ekonomi keluarga maupun kelestarian lingkungan.

Pekarangan yang dulunya kosong kini menjelma menjadi kebun kecil yang hidup. Deretan tanaman sayur tumbuh rapi, sementara cabai-cabai merah menggantung segar di tangkainya, seolah menjadi simbol ketekunan dan kesabaran.

Baca Juga:  Kasus Gantung Diri Kembali Terjadi di Borong, Jadi Sorotan Minimnya Perhatian Kesehatan Mental
Dengan peralatan seadanya dan sentuhan perawatan yang konsisten, Sukawati membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan kebermanfaatan.

“Saya senang karena bisa langsung memetik kebutuhan dapur sendiri. Rasanya juga lebih segar,” tuturnya dengan senyum hangat, Kamis (30/04).

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan, aktivitas berkebun ini menjadi ruang jeda yang menenangkan bagi Sukawati.

Baca Juga:  Muscab IX PPP Bulukumba Digelar, Dorong Transformasi Partai Lebih Progresif
Di sela rutinitas rumah tangga, ia menemukan ketenangan dalam merawat tanaman—sebuah aktivitas fisik yang menyehatkan sekaligus memberi makna pada waktu luang.

Lingkungan rumahnya pun ikut berubah. Udara terasa lebih segar, suasana menjadi lebih asri, dan pekarangan yang hijau menghadirkan rasa nyaman yang sulit tergantikan.

Baca Juga:  Mangkir dari Panggilan Disnaker, Yayasan DRC Bulukumba Diduga Hindari Penyelesaian Kasus PHK
Apa yang dilakukan Sukawati bukan sekadar berkebun, melainkan merawat kehidupan dalam bentuk yang paling nyata.

Langkah kecil ini menjadi contoh konkret bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah. Dengan ketekunan dan kemauan, lahan sempit pun dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  PMKRI Kritik Penggusuran di Ende: Rakyat Jangan Jadi Korban Pembangunan
Sukawati telah menunjukkan bahwa di balik kesederhanaan, tersimpan kekuatan besar untuk menciptakan perubahan.

Di tanah yang ia olah setiap hari, tumbuh bukan hanya sayur dan cabai—tetapi juga harapan, ketahanan, dan inspirasi bagi banyak orang.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *