RSUD Bulukumba Terima Revisitasi Layanan Hemodialisis, Menjaga Denyut Mutu di Tengah Harapan Pasien

Avatar photo

KLIKSULSEL, BULUKUMBA — Pagi di halaman RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba terasa lebih khidmat dari biasanya, Kamis (16/4/2026).

Langkah-langkah para tenaga medis dan pejabat rumah sakit berpadu dengan harapan yang tak kasat mata: memastikan layanan kesehatan tetap berpihak pada kemanusiaan.

Baca Juga:  Peringati Hari Buruh, PMII Gelar Aksi Untuk Perjuangkan Kesejahteraan Buruh
Hari itu, rumah sakit kebanggaan masyarakat Bulukumba tersebut menerima kunjungan Tim Revisitasi Pelayanan Unit Hemodialisis—layanan vital bagi pasien dengan gangguan ginjal yang menggantungkan hidupnya pada mesin cuci darah.

Kunjungan ini dipimpin oleh Haerani Rasyid dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), yang disambut langsung oleh Direktur RSUD Bulukumba, Rizal Ridwan Dappi, bersama jajaran pengelola BLUD dan tim medis unit hemodialisis.

Menjaga Standar, Merawat Kepercayaan
Dalam suasana yang hangat namun penuh makna, Prof. Haerani menegaskan bahwa revisitasi bukan sekadar formalitas. Ia adalah cermin—yang memantulkan sejauh mana kualitas layanan tetap konsisten, bahkan berkembang.

“Ini merupakan kunjungan ulang untuk memastikan apakah kualitas pelayanan tetap terjaga atau memenuhi standar yang berlaku. Kami juga hadir untuk memberikan dukungan agar rumah sakit terus meningkatkan mutu layanan kepada pasien,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim TPK Desa Baruga Riattang Ikuti Konsultasi SPPG Program MBG Bersama BKKBN Pusat
Di ruang hemodialisis, suara mesin yang berdetak ritmis seakan menjadi metafora: kehidupan yang terus diperjuangkan. Setiap prosedur, setiap standar, adalah bagian dari komitmen panjang untuk menjaga harapan pasien tetap hidup.

Kolaborasi untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Direktur RSUD Bulukumba, dr. Rizal Ridwan Dappi, menyambut kunjungan ini sebagai bentuk perhatian sekaligus peluang belajar. Baginya, peningkatan layanan kesehatan adalah proses yang tidak pernah selesai.

“Kita bersyukur karena beliau ingin berbagi pengetahuan dan saran, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga menjadi ruang dialog—antara pengalaman dan praktik, antara standar nasional dan realitas lokal—yang semuanya bermuara pada satu tujuan: pelayanan yang lebih manusiawi dan berkualitas.

Menatap Masa Depan Layanan Kesehatan

Tak hanya meninjau unit hemodialisis, rombongan juga diperkenalkan dengan Gedung Pusat Jantung Terpadu (PJT) yang baru diresmikan. Gedung ini menjadi simbol langkah maju RSUD Bulukumba dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif di daerah.

Dengan dukungan fasilitas modern dan sumber daya manusia yang terus ditingkatkan, rumah sakit ini perlahan membangun ekosistem pelayanan yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat.

Baca Juga:  Sambut HLUN 2026, Pemkab Manggarai Timur Rekam Data 24 Lansia demi Akses Hak Sosial dan Kesehatan
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berubah, kunjungan revisitasi ini menjadi pengingat sederhana: bahwa mutu layanan bukan hanya soal standar, tetapi tentang menjaga kepercayaan—dan merawat kehidupan, satu pasien dalam satu waktu.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *