Kliksulsel_BULUKUMBA – Suasana menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba kian dinamis. Momentum regenerasi nakhoda organisasi kepemudaan ini memantik respons positif dari deretan figur potensial daerah yang berkomitmen membawa energi segar bagi pergerakan generasi muda setempat.
Salah satu representasi figur yang menyatakan kemantapan langkahnya adalah Wahyudi Syafaruddin. Berbekal untaian doa, pria yang saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Karang Taruna Kabupaten Bulukumba tersebut memantapkan diri untuk terjun ke arena kontestasi demi mengalirkan darah baru dalam nadi organisasi.
Pria yang juga pernah mendedikasikan dirinya sebagai Sekretaris DPC Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Bulukumba ini menggarisbawahi esensi KNPI sebagai payung peneduh yang megah bagi seluruh organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Menurutnya, wadah tersebut wajib menjadi episentrum persatuan serta ruang kerja bersama dalam menyokong akselerasi kemajuan daerah.
”Lembaga ini seyogianya berdiri sebagai entitas yang merangkul segenap elemen tanpa memandang sekat latar belakang kelompok maupun golongan. Momentum ini adalah saat yang tepat mempererat keterpaduan demi melahirkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tutur Wahyudi.
Mengusung Semangat “BERKARYA BERSAMA”
Dalam menyambut pesta demokrasi pemuda tersebut, Wahyudi menggemakan semboyan “BERKARYA BERSAMA”. Filosofi ini diangkat sebagai fondasi untuk merekatkan harmoni sekaligus memperkokoh sinergisitas lintas organisasi.
Frasa tersebut bukan sekadar untaian kata pemanis, melainkan sebuah maklumat untuk memicu lahirnya gerakan yang lebih dinamis, solutif, serta adaptif terhadap tantangan zaman. Wahyudi memandang kaum muda sebagai poros utama perubahan yang wajib melek terhadap inovasi. Semboyan ini diharapkan mampu menyatukan potensi kolektif demi mengarsiteki gagasan yang berdampak luas.
Harapan bagi Masa Depan Organisasi
Menatap forum musyawarah yang akan datang, harapan besar digantungkan agar suksesi kepemimpinan berjalan lewat koridor demokratis yang sarat akan nilai persaudaraan. Target utamanya adalah melahirkan nakhoda baru yang akomodatif terhadap talenta pemuda lokal.
Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi kaum muda sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus pelopor pembangunan di berbagai lini kehidupan.




