Longsor Putus Jalur Vital Ruteng–Iteng, Warga dan Aparat Gotong Royong Buka Akses

Foto Ruas Jalan Ruteng iteng yang Longsor di Desa Umung kecamatan Satarmese. (Red)*

KLIKsulsel, KABUPATEN MANGGARAI — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai memicu longsor di ruas jalan vital Ruteng–Iteng, tepatnya di dekat Jembatan Waemantar II,

Desa Umung, Kecamatan Satarmese, Senin (18/5/2026). Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup total badan jalan dan sempat memutus akses transportasi warga.

Longsor dengan tinggi sekitar dua meter, panjang tujuh meter, dan lebar lima meter itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Jalur tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga mobilitas pelajar di kawasan itu.

Baca Juga:  Bus Mitsubishi Terjun ke Jurang di Trans Flores, Seluruh Penumpang Selamat
Merespons kejadian tersebut, Camat Satarmese Yohanes Paulus Jenahat langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi sekaligus berkoordinasi dengan Posko Bencana Kabupaten Manggarai.

Di saat bersamaan, Kepala Desa Umung bersama Babinsa, aparat keamanan, dan masyarakat setempat bergerak cepat membersihkan material longsor secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.

“Posisi sekarang, Kades Umung beserta masyarakat dan Babinsa lagi kerja bakti bersihkan material longsor. Puji Tuhan, berkat kerja sama semua pihak, jalur sudah bisa dilalui,” kata Camat Ones, sapaan akrab Yohanes Paulus Jenahat.

Menurut dia, ruas jalan Ruteng–Iteng merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Karena itu, pembukaan akses menjadi prioritas utama agar distribusi kebutuhan warga tidak terganggu lebih lama.

Baca Juga:  Polemik PT Agro Porang Nusantara di Wangkung, Warga Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemerintah Kecamatan Satarmese juga telah berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai untuk penanganan lanjutan.

Rencananya, alat berat akan diturunkan guna mempercepat proses pembersihan dan memperkuat titik rawan longsor di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Di Antara Aroma Kopi dan Silaturahmi: Warkop NR Resmi Hadir Menjadi Ruang Baru Kebersamaan
Meski akses jalan kini sudah kembali dapat dilalui, ancaman bencana susulan masih membayangi. Curah hujan di wilayah Manggarai masih tinggi dan kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas di kawasan rawan longsor maupun banjir.

Warga juga diminta mengutamakan keselamatan dan menghindari titik berisiko ketika hujan deras terjadi.

Peristiwa di Desa Umung kembali menunjukkan bahwa di tengah ancaman bencana alam, kesiapsiagaan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *