
KLIKsulsel, Bulukumba – Kawasan Kebun Bersama di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dipenuhi suasana hangat dan kreatif lewat kegiatan bertajuk “Siruntu Baku Dapa”, Minggu (17/5/2026).
Event ini menghadirkan konsep ruang perjumpaan komunitas di tengah alam terbuka.
Berbeda dengan kegiatan yang umumnya digelar di pusat kota atau di dalam gedung, “Siruntu Baku Dapa” berlangsung di area rindang pohon bambu dan pinggiran sungai.
Suasana alami tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Event tersebut menjadi ruang berkumpul bagi komunitas, pelaku UMKM, pegiat seni, dan masyarakat untuk saling bertukar ide sekaligus memperkuat jaringan kolaborasi.
Salah satu hal unik dalam kegiatan itu adalah penggunaan koin berbahan tanah liat sebagai alat transaksi di area acara. Pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan koin sebelum melakukan pembelian.
Konsep transaksi tersebut menarik perhatian pengunjung karena menghadirkan pengalaman berbeda. Selain itu, penggunaan koin tanah liat juga menjadi media edukasi mengenai ekonomi alternatif, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam aktivitas ekonomi komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, Dana Mitra Tani turut ambil bagian dengan mempromosikan berbagai produk hasil produksi keluarga petani di wilayah DAS Balangtieng.
Sekretaris Dana Mitra Tani, Harlina, mengatakan kehadiran pihaknya bukan hanya untuk memperkenalkan produk petani aren dampingan organisasi, tetapi juga memperkuat jejaring dengan komunitas kreatif dan pelaku UMKM.“Bukan hanya memperkenalkan produk petani aren, tetapi juga memperkuat jaringan bersama komunitas, pelaku UMKM, pegiat ekonomi kreatif, dan kelompok seniman,” ujarnya.
Kegiatan “Siruntu Baku Dapa” terlaksana melalui kolaborasi antara Komunitas Kebun Bersama dan para seniman lokal.
Pendiri Komunitas Kebun Bersama,
Muhammad Harisah, menyampaikan kegiatan tersebut akan terus berlanjut sebagai ruang perjumpaan lintas komunitas.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan menjadi wadah belajar, berkarya, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi di tengah alam.
Lebih dari sekadar event komunitas, “Siruntu Baku Dapa” menjadi ruang bertemunya ide, kreativitas, dan semangat kolektif masyarakat desa dalam membangun gerakan bersama berbasis gotong royong.





