
KLIKsulsel__Bulukumba, Tepatnya Senin pagi, 11 Mei 2026, matahari menggantung hangat di langit Bulukumba. Di sudut Jalan Poros BTN I, tepat di sebelah kiri sebelum Kantor Dinas Kesehatan Bulukumba, suasana berbeda tampak hidup sejak pagi hari.
Kursi-kursi kayu mulai terisi, percakapan kecil saling bersahutan, sementara aroma kopi dan hidangan hangat mengalir pelan bersama angin.
Hari itu, Warkop NR resmi membuka pintunya untuk pertama kali.
Tak ada kemewahan berlebihan. Hanya ruang sederhana dengan halaman terbuka, meja-meja panjang yang dipenuhi sajian, dan wajah-wajah yang datang membawa rasa penasaran sekaligus kehangatan.
Namun justru dari kesederhanaan itulah suasana terasa akrab. Pengunjung berdatangan silih berganti.Ada yang datang bersama rekan kerja, ada pula yang sekadar singgah karena mendengar kabar tentang warkop baru yang mulai ramai diperbincangkan warga.
Di sudut halaman, beberapa tamu tampak larut dalam obrolan santai.Gelak tawa sesekali pecah, memantul di dinding-dinding bata yang mengelilingi tempat itu.
Sementara di meja penyajian, cangkir dan wadah makanan terus berganti tangan, menjadi penanda bahwa hari pertama Warkop NR bukan sekadar pembukaan usaha, melainkan ruang baru bagi orang-orang untuk bertemu.
Owner Warkop NR, Zulkifli Pagiling, tampak sibuk menyambut tamu satu per satu. Di tengah keramaian itu, ia tak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat antusiasme masyarakat.Baginya, Warkop NR bukan hanya soal menjual kopi atau makanan. Ada harapan yang ingin ditanam di tempat itu—tentang kebersamaan, tentang ruang yang membuat orang merasa pulang meski hanya duduk beberapa jam. Menjelang siang, pengunjung masih terus berdatangan hingga sore. Suara kursi yang bergeser, obrolan yang mengalir ringan, dan aroma kopi yang belum juga hilang seakan menjadi pertanda bahwa Warkop NR telah menemukan denyut pertamanya di tengah masyarakat Bulukumba.“Alhamdulillah, saya tidak menyangka sambutannya sebesar ini. Dari awal kami hanya ingin menghadirkan tempat sederhana yang nyaman untuk semua orang. Tempat singgah, tempat bercerita, dan tempat melepas penat, sambil berdiskusi, dan menghibur diri dari kepenatan rutinitas” tutur Zulkipli dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Dan di hari pembukaannya itu, Warkop NR tidak hanya meresmikan sebuah usaha baru. Ia sedang memulai cerita—tentang pertemuan, kehangatan, dan secangkir kopi yang mempertemukan banyak orang dalam satu halaman sederhana.




