Kakek 74 Tahun Terlantar di Bulukumba, Gagal Temui Adik yang Dicari Sejak 1964

Avatar photo
Keterangan: Foto Kakek Tua Daeng Darwis (74). Pria asal Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. (Dok Kliksulsel.web.id)*

Kliksulsel, Bulukumba – Nasib pilu dialami seorang lansia bernama Muhammad Darwis atau yang akrab disapa Daeng Darwis (74). Pria asal Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu kini terlantar setelah gagal bertemu adik kandung yang telah lama dicarinya.

Daeng Darwis diketahui datang ke kampung halamannya pada bulan April 2026 untuk mencari sang adik yang sudah puluhan tahun tidak ditemuinya.

Namun, setibanya di Desa Manyampa, ia mendapati adiknya dikabarkan telah lama pindah ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Tak hanya itu, nomor telepon keluarganya sudah tidak aktif dan rumah yang dulu ditempati kerabatnya juga sudah tidak ada lagi.

“Terakhir ketemu sama saudara saya itu tahun 1964. Saya datang ke sini mau cari adik, tapi ternyata sudah pindah dan tidak bisa dihubungi,” kata Daeng Darwis kepada media ini, Kamis 11 Juni saat ditemui dirumah warga.

Perjalanan Daeng Darwis ke Bulukumba disebut dibiayai oleh tetangganya di Karawang Jawa Barat. Namun setelah upayanya mencari kerabat tidak membuahkan hasil, ia kini kehabisan bekal dan tidak memiliki biaya untuk kembali ke tempat tinggalnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga:  Kolaborasi Sebagai Energi Perubahan: Dies Natalis ke-67 Unika Ruteng Buka Jalan Karier Mahasiswa
Bertahan Hidup dari Bantuan Warga

Selama kurang lebih tiga bulan berada di Desa Manyampa, Daeng Darwis hidup dari bantuan warga. Untuk makan sehari-hari, ia mengandalkan uluran tangan masyarakat yang merasa iba dengan kondisinya.

Lansia kelahiran Bulukumba, 15 Agustus 1952 itu juga tidak memiliki tempat tinggal tetap. Setiap malam, ia kerap tidur di teras rumah warga. Beberapa warga bahkan bergantian menampungnya untuk bermalam.

“Kami kasihan melihat kondisinya. Kadang tidur di teras rumah warga, kadang ada yang mengajak tinggal sementara di rumahnya,” ujar salah seorang warga manyampa.

Baca Juga:  L-PBB dan KKRB Ajukan Audiens ke Kejaksaan Negeri Bulukumba: Menanti Terang di Balik Kasus Rp59 Miliar
Ingin Pulang ke Karawang

Daeng Darwis mengaku ingin segera kembali ke rumahnya di Kelurahan Pasirtalaga, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun keinginan itu terkendala biaya karena dirinya sudah tidak memiliki uang sama sekali.

“Saya sudah tidak punya uang lagi. Mau pulang ke Karawang, tapi tidak ada ongkos. Keluarga yang saya cari di sini ternyata sudah tidak tinggal lagi di Manyampa,” ujarnya.

Menurut informasi yang diperoleh warga, Daeng Darwis telah lama merantau ke Jawa Barat dan menetap di Karawang. Istrinya dikabarkan telah meninggal dunia. Sementara tiga anaknya disebut sudah lama tidak berkomunikasi dengannya.

Keberadaan ketiga anaknya juga belum diketahui secara pasti. Informasi terakhir menyebutkan mereka sedang merantau dan bekerja di Malaysia.

Baca Juga:  Tragedi Berdarah di Mariorennu: Dendam Berujung Pembunuhan Keji, Pelaku Diringkus 24 Jam
Berharap Ada Uluran Tangan

Kini Daeng Darwis hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, maupun para dermawan agar dirinya dapat kembali ke Karawang.

Warga Desa Manyampa juga berharap kondisi yang dialami Daeng Darwis mendapat perhatian pihak terkait.

Sebab, selain hidup sebatang kara di kampung halamannya, pria lanjut usia itu tidak lagi memiliki sumber penghasilan maupun keluarga yang bisa dihubungi.

Hingga saat ini, Daeng Darwis masih berada di Desa Manyampa dan bertahan hidup dari bantuan warga sekitar sambil menunggu uluran tangan dan bantuan pihak dermawan untuk pulang ke rumahnya di Karawang, Jawa Barat.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *