Respons Cepat Petugas dan Warga Selamatkan Korban Kebakaran di Manggarai

Avatar photo

KLIKSULSEL_Manggarai, NTT — 27 April 2026, Siang yang semula berjalan biasa di Kelurahan Lawir mendadak berubah menjadi kepanikan. Tepat pukul 13.47 WITA, laporan kebakaran masuk ke petugas Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai.

Informasi itu datang dari pihak kelurahan: sebuah rumah tinggal dilalap api.

Tak ada ruang untuk ragu. Dalam hitungan menit, petugas bergerak cepat menuju lokasi, membawa perlengkapan seadanya dan satu tekad—menyelamatkan.

Baca Juga:  Jalan Hotmis Putus Diterjang Banjir, Mobilitas Warga Elar Lumpuh Total
Sesampainya di lokasi, pemandangan yang tersaji begitu mencekam. Api menjalar liar, melahap bagian demi bagian bangunan. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menutup langit siang yang semula terang.

Baca Juga:  Pabrik Porang di Reo Disorot, Warga Tagih Janji DLH Manggarai Terbitkan Rekomendasi Lingkungan
Di tengah kepungan panas dan kepulan asap, kabar paling mengkhawatirkan pun terdengar: seorang penghuni rumah kontrakan terjebak di dalam.

Identitas korban belum diketahui. Namun satu hal jelas—waktunya sangat sempit.

Baca Juga:  Kedaulatan Pangan dan Keadilan Ekologis: Seruan dari Bogor untuk Masa Depan Indonesia
Tanpa menunggu komando panjang, petugas bersama warga yang mulai berdatangan langsung menyatu dalam satu gerakan.

Mereka menembus panas, menantang bahaya, dan melawan kepulan asap yang membatasi pandangan. Di tengah situasi yang nyaris tak terkendali, keberanian menjadi satu-satunya pegangan.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil dievakuasi dari dalam bangunan yang nyaris habis terbakar. Namun kondisinya memprihatinkan—luka bakar terlihat jelas di bagian kepala akibat paparan api.

Baca Juga:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK
Tak berhenti di titik itu, petugas segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Kecepatan kembali menjadi penentu—detik demi detik berarti bagi keselamatan nyawa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai, Aleksius Hariman, menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan selalu ditindaklanjuti dengan serius.

“Ini bukan sekadar tugas, ini tentang menyelamatkan nyawa dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Sementara itu, kondisi korban masih dalam penanganan medis intensif.

Baca Juga:  Literasi Informasi Jadi Senjata Lawan Hoaks, Pemkab Manggarai Libatkan Guru dan Pustakawan
Namun lebih dari sekadar peristiwa kebakaran, siang itu menyisakan cerita lain—tentang kemanusiaan yang tetap menyala di tengah kobaran api. Tidak ada sekat antara petugas dan warga. Semua bergerak bersama, saling bahu-membahu, mengutamakan keselamatan di atas segalanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang tanpa aba-aba. Tapi di saat yang sama, ia juga menegaskan bahwa harapan selalu hadir—dalam bentuk keberanian, kepedulian, dan kecepatan bertindak.

Di tengah api dan asap, kemanusiaan tidak ikut terbakar. Ia justru bersinar paling terang.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *