GMNI Manggarai Gelar Pembinaan Karakter CA Satu Hari di Gololusang, Perkuat Ideologi dan Solidaritas Kader

Avatar photo

KLIKSULSEL, RUTENG – Udara pagi di Gololusang, Kabupaten Manggarai, masih menyisakan embun ketika semangat para calon anggota mulai menghangatkan suasana.

Di bentang alam yang sunyi namun teduh itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menggelar pembinaan karakter satu hari bagi Calon Anggota (CA), Minggu (22/02).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia dirancang sebagai ruang tempa, tempat gagasan dan sikap dibangun dengan kesadaran ideologis yang kokoh. Empat pilar utama menjadi fondasi pembinaan, dengan pemahaman ideologi sebagai nafas utamanya.

Ideologi sebagai Kompas Perjuangan
Ketua DPC GMNI Manggarai, Meldyani Yolfa Jaya, menegaskan bahwa bagi dirinya, kaderisasi adalah proses yang menuntut kedalaman berpikir dan keteguhan sikap.

“Ini bukan hanya soal menghafal nama tokoh atau isi ajaran secara permukaan. Kita ingin setiap calon anggota benar-benar memahami maknanya, sehingga memiliki kompas yang jelas dalam menjalankan peran sebagai bagian dari GMNI,” ujarnya dalam arahan pembukaan.

Ajaran Soekarno dan nilai-nilai Marhaenisme kembali dihidupkan dalam diskusi dan refleksi. Bukan sebagai teks mati, tetapi sebagai gagasan yang terus relevan dalam membaca realitas sosial mahasiswa dan masyarakat hari ini.

Di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat, pemahaman ideologi diposisikan sebagai jangkar. Tanpanya, organisasi mudah terombang-ambing oleh arus pragmatisme.

Menanam Rasa Memiliki dan Tanggung Jawab

Pembinaan karakter CA di Gololusang juga diarahkan untuk membangun rasa memiliki terhadap organisasi. GMNI, menurut Yolfa, bukan sekadar wadah administratif, melainkan rumah bersama tempat idealisme dirawat dan diperjuangkan.

“GMNI bukan hanya wadah, tapi rumah bersama yang harus kita jaga dan kembangkan dengan sepenuh hati. Setiap anggota harus merasa bahwa keberadaan mereka sangat penting bagi kemajuan organisasi,” jelasnya.

Narasi kebersamaan itu terasa kuat sepanjang kegiatan. Para calon anggota dilatih untuk memahami bahwa organisasi hanya akan tumbuh jika setiap individu menempatkan tanggung jawab di atas kepentingan pribadi.

Baca Juga:  Teknologi Pengenal Wajah Inggris Ternyata Digunakan di Gaza: Bayang-Bayang Pengawasan Massal dan Ancaman Kebebasan Sipil

Ujian Mental dan Disiplin Kader
Lebih dari sekadar penguatan wawasan, pembinaan ini juga menjadi ujian kesiapan mental.

Proses kaderisasi dipahami sebagai jalan yang tidak selalu mudah—ia menuntut ketekunan, kedisiplinan, dan kemampuan bertahan dalam dinamika internal maupun eksternal organisasi.

“Disiplin adalah pondasi untuk membangun kerja sama yang solid dan mencapai tujuan bersama. Tanpanya, kita akan sulit untuk bersinergi,” tambah Yolva.

Di sinilah karakter ditempa: melalui waktu, dialog, dan kesediaan untuk belajar dari sesama. Setiap sesi menjadi cermin untuk menilai sejauh mana kesiapan mereka melangkah sebagai bagian dari barisan perjuangan mahasiswa.

Menguatkan Solidaritas Kolektif
Aspek terakhir yang ditekankan dalam pembinaan adalah solidaritas. Para peserta diajak untuk melihat diri bukan sebagai individu yang berjalan sendiri, tetapi sebagai bagian dari satu kesatuan dengan cita-cita bersama.

Di Gololusang, mereka belajar untuk saling menghargai, membantu satu sama lain, dan membangun empati. Nilai persaudaraan itu diharapkan menjadi energi kolektif dalam setiap gerak organisasi ke depan.

“Di sini, mereka belajar untuk saling menghargai, membantu satu sama lain, dan melihat diri sebagai bagian dari satu kesatuan yang memiliki tujuan yang sama,” pungkas Yolfa.

Dengan pembinaan karakter satu hari ini, GMNI Manggarai menegaskan
komitmennya untuk melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara ideologis dan kuat dalam solidaritas.

Dari Gololusang, semangat itu tumbuh—pelan namun pasti—menyemai harapan bagi masa depan gerakan mahasiswa di Kabupaten Manggarai.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *