Perekrutan Mitra Sensus Ekonomi 2026 di Manggarai Disorot, Diduga Muncul Selisih Data Peserta Lolos dan Wawancara

Avatar photo
Keterangan Foto Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (Ist)*

Kliksulsel, MANGGARAI,– Proses perekrutan mitra Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian jumlah peserta yang mengikuti tahapan seleksi akhir dengan peserta yang dinyatakan lolos.

Sejumlah peserta mempertanyakan transparansi proses seleksi setelah menemukan perbedaan data antara jumlah peserta yang mengikuti tes wawancara dan jumlah peserta yang diumumkan lulus pada hasil akhir seleksi.

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa karena namanya tercantum sebagai peserta yang lolos hingga tahap akhir seleksi, namun belum menerima penugasan.

“Yang menjadi pertanyaan bukan hanya soal penugasan, tetapi juga terkait data peserta yang diumumkan lolos,” ujarnya kepada Kliksulsel, Kamis (11/06).

Baca Juga:  Lambannya Penanganan Kasus Restina Tija Jadi Sorotan, Masyarakat Menuntut Kepastian
Selisih Data di Kecamatan Lelak

Perhatian publik mengarah pada data seleksi di Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah peserta yang mengikuti tes wawancara di wilayah tersebut tercatat sebanyak 14 orang. Sementara itu, kuota kebutuhan mitra Sensus Ekonomi 2026 untuk Kecamatan Lelak disebut mencapai 17 orang.

Baca Juga:  Miris! Pria Paruh Baya di Bulukumba Tinggal di Rumah Setengah Jadi Tanpa Fasilitas
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal tiga nama tambahan apabila seluruh peserta yang mengikuti tahap wawancara hanya berjumlah 14 orang.

Total Peserta Wawancara dan Kelulusan Berbeda

Ketidaksesuaian data juga disebut terjadi pada tingkat kabupaten.

Data yang dihimpun menunjukkan sebanyak 341 peserta mengikuti tes wawancara yang berlangsung pada 25–26 Mei 2026. Namun, dalam pengumuman hasil akhir yang dirilis pada 3 Juni 2026, jumlah peserta yang dinyatakan lolos mencapai 356 orang.

Baca Juga:  Viral! Bantuan Pangan Tak Layak di Manggarai, Anggota DPRD Soroti Beras Kuning dan Minyak Kedaluwarsa
Dengan demikian terdapat selisih 15 nama antara jumlah peserta yang mengikuti tahap wawancara dan jumlah peserta yang tercantum dalam daftar kelulusan.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah peserta terkait mekanisme penetapan hasil seleksi dan proses verifikasi peserta yang dinyatakan lolos.

Proses Seleksi Sempat Terkendala Sistem

Perekrutan mitra Sensus Ekonomi 2026 sebelumnya dibuka pada 8–11 Mei 2026.

Tahapan seleksi administrasi yang semula dijadwalkan selesai pada 12 Mei mengalami penyesuaian hingga 13 Mei akibat gangguan pada sistem aplikasi. Setelah itu, proses berlanjut ke tes kompetensi yang berlangsung pada 13–20 Mei 2026.

Hasil tes kompetensi diumumkan pada 20 Mei sebelum peserta memasuki tahapan wawancara sebagai proses seleksi akhir.

Di tengah kendala teknis yang sempat terjadi, perbedaan data jumlah peserta wawancara dan peserta yang dinyatakan lolos kini menjadi perhatian utama sejumlah peserta.

Pihak BPS Manggarai yang dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa terkait hal tersebut telah dilakukan Pengumuman hasil seleksi  yang sudah diumumkan pada media sosial.

” Pengumuman hasil seleksi sudah diumumkan pada media sosial” Ungkap pihak BPS Manggarai, melalui pesan WhatsApp, kamis (11/06).

Namun Hingga saat ini, sejumlah pertanyaan mengenai selisih data peserta seleksi masih menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara.

Klarifikasi yang terbuka dan berbasis data dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *