KLIKsulsel– Reo, Manggarai, NTT — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mulai berbenah.
Di tengah semarak persiapan umat Muslim menyambut bulan penuh berkah, aparat keamanan pun mengambil peran penting: memastikan setiap doa yang terlantun berlangsung dalam suasana aman dan damai.
Polsek Reo menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.
Sebanyak 20 personel diterjunkan untuk mengamankan lima masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Kapolsek Reo, Joko Sugiarto, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada kelancaran pelaksanaan ibadah salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, hingga aktivitas masyarakat di sekitar tempat ibadah.
“Kami berkomitmen menciptakan suasana Ramadan yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Pengamanan tempat ibadah dan patroli wilayah rawan menjadi prioritas utama kami dalam menghadapi bulan suci ini,” ujar Ipda Joko Sugiarto.
Fokus Pengamanan Masjid dan Aktivitas Ibadah
Setiap personel yang bertugas akan ditempatkan secara bergiliran di lima masjid utama di wilayah Reo. Kehadiran aparat tidak hanya sebagai bentuk pengamanan, tetapi juga wujud kedekatan Polri dengan masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk:
Mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas saat salat Tarawih.
Mengatur arus lalu lintas di sekitar masjid saat terjadi lonjakan jamaah.
Mencegah tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor.
Memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah malam.
Ramadan di Reo bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga perjumpaan sosial.
Anak-anak berlarian membawa kitab suci, para orang tua menapaki malam dengan khusyuk, dan halaman masjid menjadi ruang silaturahmi yang hidup. Dalam denyut kebersamaan itu, kehadiran polisi menjadi penjaga ritme agar tetap harmonis.
Patroli Intensif di Wilayah Rawan
Selain pengamanan tempat ibadah, Polsek Reo juga akan meningkatkan patroli rutin di titik-titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan, terutama pada malam hari dan menjelang sahur.
Wilayah dengan potensi kerumunan, pusat aktivitas masyarakat, serta area yang rawan gangguan keamanan akan dipantau secara berkala. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya represif, tetapi juga preventif dan humanis.
Dengan pola patroli dialogis, petugas diharapkan mampu membangun komunikasi aktif bersama warga, menyerap aspirasi, sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.
Komitmen Ciptakan Ramadan Aman dan Damai
Langkah siaga yang dilakukan Polsek Reo menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.
Ramadan adalah bulan refleksi, bulan penguatan iman, dan bulan persaudaraan. Keamanan menjadi fondasi agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Di bawah kepemimpinan Ipda Joko Sugiarto, 20 personel Polsek Reo akan bersiaga, menyatu dengan masyarakat, menjaga lima masjid, dan menelusuri ruas-ruas jalan yang mungkin luput dari perhatian.
Sebab dalam sunyi doa yang dipanjatkan di malam Ramadan, ada harapan besar akan kedamaian. Dan di balik itu, ada aparat yang berdiri tegak—menjaga agar cahaya bulan suci tetap bersinar tanpa gangguan.
Jurnalis: Safrin*









