Ketua Pokja KBKR Pimpin Rencana Pelayanan KB, 88 Peserta dari Berbagai Kabupaten Satukan Langkah

Avatar photo

KLIKSULSEL_Di balik layar digital Zoom, sebuah ikhtiar besar tengah dirajut. Hari ini, Ketua Pokja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), Drs. Ihsan, M.Si, memimpin langsung kegiatan Rencana Pelayanan KB yang diikuti 88 peserta dari berbagai kabupaten.

Sebuah pertemuan daring yang tak sekadar administratif, melainkan menjadi ruang strategis menyatukan visi demi masa depan keluarga Indonesia yang lebih berkualitas.

Webinar ini hadir sebagai titik temu gagasan, tempat para pengelola program, tenaga kesehatan, hingga kader lapangan menata ulang arah pelayanan KB agar lebih terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika tantangan kependudukan, forum ini menjadi penanda penting bahwa pelayanan KB bukan sekadar angka capaian, tetapi tentang menjangkau kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam arahannya, Drs. Ihsan, M.Si menekankan bahwa keberhasilan program KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) hanya dapat dicapai melalui peran kolektif seluruh unsur.

Dari perencana kebijakan hingga kader di tingkat desa, semuanya memiliki peran yang saling menguatkan.

“Program KB bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama yang berakar dari lapangan,” tegasnya.

Menyusun Rencana, Menyentuh Sasaran
Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan rencana pelayanan KB di setiap kabupaten, mendorong peningkatan peserta KB aktif, serta memastikan layanan yang diberikan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Sasaran prioritas pun menjadi perhatian utama, mulai dari pasangan usia subur (PUS), ibu pasca persalinan, hingga kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari jangkauan layanan.

Tak berhenti pada diskusi, forum ini juga menegaskan langkah tindak lanjut yang harus dilakukan daerah.

Setiap kabupaten didorong menyusun aksi konkret sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Mulai dari pemetaan sasaran KB, penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran fasilitas pelayanan kesehatan, hingga peningkatan kapasitas kader KB di lapangan.

Baca Juga:  Pesona Blue Fire Kawah Ijen: Api Biru Langka yang Menyala di Perut Bumi Jawa Timur

Monitoring dan evaluasi berkala pun menjadi kunci agar rencana yang disusun tidak berhenti di atas kertas.
Kader Desa, Ujung Tombak Perubahan
Kehadiran kader KB dalam kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa denyut program KB sesungguhnya berada di desa.

Salah satunya adalah Yulia Citra Jafar, Kader KB dari Tim Pendamping Keluarga Desa Dwitiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.

Peran kader seperti Yulia diharapkan menjadi penggerak utama, menjembatani kebijakan dengan realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.

Di tangan para kader, rencana pelayanan KB menjelma menjadi kunjungan rumah, dialog hangat, dan edukasi yang membumi.

Mereka adalah wajah terdepan program, yang memastikan setiap pasangan dan keluarga mendapatkan informasi serta layanan yang layak.

Menuju Pelayanan KB yang Merata dan Berkelanjutan

Menutup kegiatan, Drs. Ihsan, M.Si menyampaikan harapan besar agar pelayanan KB ke depan semakin optimal, merata, dan berkelanjutan di seluruh kabupaten.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader lapangan, program KB diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas keluarga sekaligus percepatan penurunan stunting.

Dari ruang virtual ini, komitmen bersama diteguhkan. Sebab pelayanan KB bukan hanya soal perencanaan, melainkan tentang menjaga harapan—agar setiap keluarga dapat tumbuh sehat, sejahtera, dan berdaya.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *