KLIKSULSEL_Opini: Bulukumba kembali menapak satu fase penting dalam perjalanan sejarahnya. Tanggal 4 Februari menjadi penanda usia 66 tahun Kabupaten Bulukumba, sebuah daerah yang tumbuh dari rahim peradaban maritim dan kini berdiri dengan beragam potensi ekonomi yang menjanjikan.
Enam dekade lebih bukanlah perjalanan singkat. Di balik angka usia itu tersimpan kerja keras, ketahanan masyarakat, serta denyut harapan yang terus berdenyut dari pesisir hingga pegunungan.
Namun, peringatan hari jadi seharusnya tidak berhenti pada seremoni, baliho, atau ucapan selamat semata. Ia harus menjadi ruang refleksi—sekaligus penegasan arah masa depan: ke mana Bulukumba akan melangkah, dan dengan kekuatan apa lompatan itu dilakukan.
Sebagai putra daerah Bulukumba yang berkecimpung di dunia usaha dan dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan, saya memandang Bulukumba sesungguhnya tidak kekurangan potensi.
Yang masih dibutuhkan adalah lompatan besar dalam cara mengelola dan menggerakkan ekonomi daerah.
Potensi Besar yang Perlu Dikelola Lebih Strategis
Bulukumba memiliki modal dasar yang sangat kuat. Kekayaan sumber daya alam, sektor kelautan dan perikanan yang menjadi identitas, pertanian sebagai penopang ekonomi rakyat, pariwisata khas berbasis budaya dan alam, hingga sumber daya manusia yang ulet dan pekerja keras—semuanya adalah kekuatan nyata.
Namun, potensi tidak otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan. Tanpa strategi pengelolaan yang tepat, potensi hanya akan menjadi daftar keunggulan yang terus diulang, tetapi belum sepenuhnya menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Sudah saatnya Bulukumba bergerak dari pola lama menuju ekonomi daerah berbasis nilai tambah, inovasi, dan daya saing. Bukan sekadar menghasilkan, tetapi mampu mengolah, memasarkan, dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dunia Usaha sebagai Mitra Strategis Pembangunan
Dalam konteks pembangunan ekonomi, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha harus diposisikan sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek regulasi. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha adalah kunci percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bulukumba membutuhkan:
Iklim usaha yang sehat dan kepastian regulasi
Kemudahan bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar
Ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda
Ekosistem ekonomi lokal yang mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja
Dengan kolaborasi yang kuat, ekonomi Bulukumba dapat tumbuh dari dalam—berakar pada kekuatan lokal, bukan bergantung sepenuhnya pada faktor eksternal.
Saatnya Melompat Lebih Jauh
Usia 66 tahun adalah usia kematangan. Bulukumba tidak cukup hanya berjalan rapi di jalur lama. Saatnya melompat lebih jauh—melompat dalam cara berpikir, tata kelola, serta keberanian mengambil keputusan strategis demi masa depan ekonomi daerah.
Pembangunan tidak boleh semata diukur dari bangunan fisik dan infrastruktur. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal serta generasi muda agar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Peringatan HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba harus menjadi pengingat bahwa mencintai daerah tidak cukup dengan kebanggaan simbolik.
Cinta pada Bulukumba harus diterjemahkan dalam kerja nyata, arah pembangunan yang jelas, dan komitmen bersama membangun ekonomi daerah yang berdaya saing.
Dengan pengelolaan potensi yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta keterlibatan dunia usaha secara serius, Bulukumba bukan hanya bisa maju, tetapi berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah di Sulawesi Selatan.
Dirgahayu Kabupaten Bulukumba.
Saatnya melompat lebih jauh.
Penulis: Syafruddin Mualla
Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan Putra Daerah Bulukumba





