Warga Desa Beo Rahong Ditemukan Gantung Diri, Polisi Selesaikan Olah TKP – Keluarga Terima Sebagai Takdir

Avatar photo

MANGGARAI, KLIKSULSEL– Duka menyelimuti Kampung Lalang, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu (21/2) sore. Seorang petani berusia 60 tahun, Darius Genggo, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah rumah kosong milik warga yang tengah merantau.

Peristiwa ini sontak menggetarkan warga sekitar. Bukan hanya karena kematian itu terjadi begitu dekat, tetapi karena ia menghadirkan kembali pertanyaan sunyi yang sering tak terjawab: apa yang sesungguhnya dipikul seseorang sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya?

Ditemukan Anak Kandung Sekitar Pukul 16.00 Wita

Darius pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, Elsiana Jiana, sekitar pukul 16.00 Wita.

Dalam keterangannya kepada aparat, Elsiana menyebut dirinya datang ke rumah kosong milik Adrianus—yang saat ini merantau ke Kalimantan—tanpa firasat apa pun.

“Saya datang ke rumah Pak Adrianus yang kosong karena dia merantau ke Kalimantan. Saat masuk, saya melihat ayah sudah tergantung pada balok atap,” ujarnya lirih.

Panik dan terpukul, Elsiana berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan itu segera bergegas ke lokasi. Mereka berupaya melepaskan ikatan pada tubuh korban.

Namun harapan tinggal harapan—Darius telah lebih dulu menghembuskan napas terakhir. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian.

Polisi Lakukan Olah TKP, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Sekitar 20 menit setelah laporan diterima, aparat dari Polres Manggarai tiba di lokasi. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Donatus Sare, S.H., M.H., langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian.

Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui menggunakan tali nilon yang disambung dengan rantai pengikat anjing. Titik ikatan berada pada ketinggian kurang lebih 325 sentimeter dari lantai.

Baca Juga:  Tegas! Bupati Manggarai Hentikan Sementara PPPK Paruh Waktu Hingga Penyelidikan Tuntas

Aparat tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun barang mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana lain.

Pihak kepolisian sempat menyarankan agar dilakukan visum di RSUD Ruteng guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun keluarga menolak.
Bernadus Rabung, kakak kandung korban, membuat surat pernyataan tertulis yang disaksikan keluarga besar.

Dalam pernyataan tersebut, pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai takdir dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum apa pun.

Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka, menunggu proses pemakaman.

Dugaan Tekanan Ekonomi dan Utang Koperasi

Informasi yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar menyebutkan, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi, termasuk tagihan utang dari koperasi harian. Meski demikian, selama ini Darius dikenal sebagai pribadi yang tertutup soal beban hidupnya.

Ia tidak pernah secara terbuka mengeluhkan kesulitan yang dihadapi. Tidak ada tanda yang tampak mencolok di hadapan tetangga atau keluarga.

Di situlah mungkin letak getirnya: penderitaan kadang tak bersuara.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitar kita,” ujar pihak kepolisian dalam keterangan resmi.

“Jika menemukan tanda-tanda tekanan berat atau gangguan mental, jangan ragu untuk melaporkan atau mencari bantuan yang tepat.”

Refleksi di Balik Peristiwa

Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah hukum Polres Manggarai dilaporkan tetap aman dan kondusif. Namun di balik laporan resmi dan garis polisi yang sudah dilepas, tersisa duka yang tak kasatmata.

Sebuah rumah kosong di Kampung Lalang kini menyimpan jejak peristiwa yang tak akan mudah dilupakan. Dan bagi banyak orang, kabar ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi, tekanan sosial, serta beban batin yang tak terucap bisa menjadi lingkaran sunyi yang membahayakan.

Baca Juga:  Tertawa Adalah Olahraga Mini: Ketika Bahagia Menjadi Gerak yang Menyembuhkan

Tragedi ini bukan sekadar kronologi. Ia adalah cermin—bahwa kepedulian terhadap kesehatan mental, komunikasi dalam keluarga, serta solidaritas sosial di tingkat desa menjadi hal yang kian mendesak.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *