Salut! Yulia Citra Jafar Dari Bontotiro Bulukumba, Mendaftar Jadi Peserta Tilawah Qariah Asal Sulawesi Selatan di Bogor

Avatar photo

KLIKsulsel, Bogor — Di antara riuh kota yang diselimuti kabut tipis pegunungan, sebuah suara tengah dipersiapkan untuk bergema. Bukan sekadar lantunan ayat, melainkan napas panjang dari ketekunan, pengabdian, dan cinta pada Ilahi.

Nama itu adalah Yulia Citra Jafar—seorang tenaga pendidik dari Bontotiro, Bulukumba, yang kembali menorehkan jejak kebanggaan dengan mendaftarkan diri sebagai peserta Tilawah Qariah mewakili Sulawesi Selatan di Bogor.

Langkah Yulia bukanlah langkah yang tiba-tiba. Ia tumbuh dari sunyi latihan, dari ruang-ruang sederhana tempat suara ditempa menjadi makna.

Di balik profesinya sebagai pendidik, tersimpan bakat yang berpendar di bidang tilawah Al-Qur’an—sebuah seni yang bukan hanya tentang keindahan suara, tetapi juga kedalaman jiwa.

Rekam jejaknya menjadi bukti bahwa ketekunan tak pernah mengkhianati hasil. Pada tahun 2021, Yulia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) sebagai Sari Tilawah pada Pekan Ilmiah Nasional II Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bone.

Di tahun yang sama, ia kembali berdiri di puncak sebagai Juara 1 MSQ Sari Tilawah pada MTQ Tingkat Kabupaten Wajo ke-33. Dua kemenangan itu bukan sekadar trofi—melainkan penegasan bahwa suaranya memiliki daya, dan pesannya memiliki arah.

Kini, Bogor menjadi panggung berikutnya. Kota hujan itu akan menjadi saksi bagaimana seorang perempuan dari selatan Sulawesi membawa gema kampung halamannya ke tingkat yang lebih luas.

Dalam setiap ayat yang akan ia lantunkan, terselip harapan: agar tilawahnya tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

“Ini bukan hanya tentang kompetisi,” seolah demikian yang ingin disampaikan oleh langkahnya. “Ini tentang menjaga warisan, tentang menghidupkan firman dalam suara, dan tentang mengajak orang lain untuk turut berjalan di jalan yang sama.”

Baca Juga:  Sertifikat Jaminan Tak Kunjung Kembali, Nasabah BRI Bantaeng Soroti Dugaan Pelanggaran Sistem

Keikutsertaan Yulia sebagai Tilawah Qariah dari Sulawesi Selatan bukan hanya kebanggaan personal, melainkan juga representasi dari potensi daerah yang kerap tumbuh dalam diam. Ia menjadi wajah dari banyak talenta yang mungkin belum tersorot, namun menyala dalam dedikasi.

Publik pun menaruh harapan besar. Dengan suara yang dikenal merdu dan penghayatan yang mendalam, penampilan Yulia di Bogor diyakini mampu memikat hati para pendengar—membawa mereka sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia, dan tenggelam dalam lantunan yang sakral.

Di tengah perjalanan ini, satu hal menjadi pasti: Yulia Citra Jafar tidak hanya sedang berkompetisi. Ia sedang menulis kisah—tentang keberanian untuk melangkah, tentang kesetiaan pada bakat, dan tentang bagaimana suara bisa menjadi jembatan antara manusia dan Tuhannya.

Dan dari Bogor, mungkin gema itu akan kembali pulang ke Bulukumba—lebih nyaring, lebih dalam, dan lebih membanggakan.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *