Pererat Ukhuwah Islamiyah, Buka Bersama di Masjid Al Ikhlas Bijawang Berlangsung Khidmat

Avatar photo

KLIKSULSEL, Desa Bijawang – Senja di hari keempat Ramadhan turun perlahan di langit Desa Bijawang. Cahaya keemasan menyelinap di sela pepohonan, menyapa halaman Masjid Al Ikhlas Desa Bijawang yang kembali dipenuhi langkah-langkah penuh harap.

Di tempat inilah, tradisi buka bersama rutin digelar—sebuah perjamuan sederhana yang menguatkan makna kebersamaan.
Kegiatan buka puasa bersama ini dikomandoi langsung oleh Kepala Desa Bijawang, Elly Syahruni, S.Sos.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen untuk merawat denyut ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Bulan Suci Ramadhan

Sejak sore, warga berdatangan dengan senyum dan sapaan hangat. Anak-anak berlarian kecil di pelataran masjid, sementara para orang tua berbincang ringan menunggu azan Magrib berkumandang. Ramadhan memang selalu menghadirkan suasana berbeda—lebih khusyuk, lebih syahdu, dan lebih menyatukan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Elly Syahruni, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga yang telah berpartisipasi.

“Terima kasih atas kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus terjaga. Semoga buka bersama ini menjadi ladang pahala dan mempererat tali persaudaraan kita,” ujarnya di hadapan jamaah, Minggu (22/02/2026).

Pesan tersebut disambut anggukan dan wajah-wajah teduh yang merefleksikan semangat kolektif warga Desa Bijawang dalam mengisi Ramadhan dengan kegiatan positif.

Lantunan Ayat Suci dan Tausiah Penuh Makna

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah yang menggema merdu di dalam masjid. Setiap lantunan ayat seakan menenangkan hati, mengajak jamaah untuk menundukkan kesibukan dunia dan kembali pada keheningan spiritual.

Tausiah yang disampaikan oleh ustadz setempat menjadi penguat makna sore itu. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal, serta memaknai puasa bukan hanya sebagai menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai latihan kesabaran dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Alumni INA 18 A Terbitkan Buku Perdana “IMAJI Antologi Cerpen INA A”, Jejak Sastra yang Puitik dan Humanis

Saat azan Magrib berkumandang, doa-doa dipanjatkan dalam keheningan yang khidmat. Kurma dan air putih menjadi pembuka, disusul hidangan yang telah disiapkan oleh panitia dengan semangat gotong royong.

Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan—semua duduk sejajar, menikmati rezeki yang sama di bawah naungan Masjid Al Ikhlas.

Momentum Kebersamaan Warga Desa Bijawang

Buka bersama rutin di Masjid Al Ikhlas Desa Bijawang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi yang membangun solidaritas sosial. Di tengah arus modernisasi yang kerap merenggangkan relasi antarindividu, kegiatan semacam ini menjadi ruang temu yang hangat dan bermakna.

Melalui kepemimpinan Kepala Desa Elly Syahruni, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Ramadhan di Desa Bijawang bukan hanya tentang waktu berbuka. Ia adalah tentang tangan-tangan yang saling membantu, doa-doa yang saling menguatkan, dan hati yang kembali dipertemukan dalam satu saf kebersamaan.

Jurnalis: Yulia Citra Jafar
Editor: Tim redaksi

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *