KLIKSULSEL_Bulukumba— Di sebuah ruang sederhana di Kantor SPPG MBG Desa Bontotanga, percakapan-percakapan bermakna mengalir. Bukan sekadar diskusi administratif, melainkan ikhtiar bersama untuk merawat keluarga, menjaga masa depan, dan memperkuat denyut pelayanan masyarakat di tingkat paling dasar.
Kegiatan konsultasi pendampingan keluarga ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan program BKKBN, khususnya dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Tim TPK (Pendamping Keluarga), Juliana, yang menyuarakan berbagai dinamika dan persoalan nyata yang dihadapi keluarga-keluarga di Desa Bontotanga.
Dengan lugas dan penuh empati, Juliana menyampaikan kebutuhan pendampingan yang masih memerlukan perhatian lebih, mulai dari aspek kesehatan keluarga hingga kesiapan menghadapi tantangan sosial di lingkungan desa.
Konsultasi ini kemudian diperkaya dengan pendampingan Penyuluh Desa dari BKKBN, yang memberikan arahan teknis sekaligus memperjelas arah kebijakan program-program BKKBN yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan ke depan.
Gaung dari konsultasi tersebut mendapat respons positif dari Kepala Bidan BKKBN Kabupaten Bulukumba, Ibu Lismayanti.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pendampingan keluarga tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi antara Tim Pendamping Keluarga, penyuluh desa, dan tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas layanan kepada masyarakat.
“Pendampingan keluarga adalah kerja kolaboratif. Ketika semua unsur berjalan searah, maka pelayanan akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui konsultasi ini, harapan pun tumbuh.
Koordinasi antar pihak diharapkan semakin solid, sehingga program-program BKKBN di Desa Bontotanga dapat berjalan lebih optimal, humanis, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Sebab di balik setiap data kependudukan, terdapat keluarga-keluarga yang sedang berjuang menata kehidupan dengan harapan akan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.
Penulis: Yulia Citra Djafar*









