KLIKSULSEL_Bulukumba — Di tengah arus waktu yang terus bergerak, semangat kepalangmerahan di SMAN 4 Bulukumba tetap menyala, dijaga oleh tangan-tangan yang percaya bahwa nilai kemanusiaan harus diwariskan, bukan sekadar dikenang.
Regenerasi itu kini tampak nyata melalui sosok Ketua Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 4 Bulukumba, Andi Nurkia, yang mendapat pembinaan langsung dari alumni PMR angkatan 2017, Yulia Citra Jafar.
Andi Nurkia, siswi asal Basokeng, Desa Dwitiro, Kecamatan Bontotiro, tumbuh sebagai pemimpin muda dengan fondasi nilai yang kokoh.
Proses pembinaan yang ia jalani tidak datang dari ruang hampa, melainkan dari pengalaman panjang seorang alumni yang pernah menapaki jalan yang sama.
Yulia Citra Jafar, purna PMR yang dikenal aktif dan berprestasi semasa sekolah, kembali ke almamaternya dengan satu tujuan: memastikan estafet kepemimpinan tetap terjaga.
Pembinaan yang dilakukan tak hanya berfokus pada keterampilan dasar kepalangmerahan, tetapi juga menyentuh sisi paling esensial dari sebuah kepemimpinan—kepekaan sosial, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai itulah yang ditanamkan secara konsisten, melalui keteladanan dan dialog yang hangat antar generasi.
“PMR bukan sekadar organisasi, tetapi tempat belajar menjadi manusia yang peka dan bertanggung jawab,” tutur Yulia Citra Jafar, kalimat sederhana yang mencerminkan ruh dari setiap proses pembinaan yang ia lakukan.
Dalam menggerakkan roda organisasi, Andi Nurkia tidak berjalan sendiri. Ia didampingi Sekretaris PMR, A. Anindi Nurghania, yang berperan aktif dalam mengelola administrasi serta menyusun dan menjalankan program kerja.
Kolaborasi keduanya menjadi energi baru bagi PMR SMAN 4 Bulukumba untuk terus bertumbuh dan memberi kontribusi nyata, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Yulia Citra Jafar menaruh harapan besar pada generasi muda PMR SMAN 4 Bulukumba. Ia berharap Andi Nurkia dan rekan-rekannya kelak mampu melampaui sekadar peran sebagai relawan kemanusiaan.
Menurutnya, PMR juga harus melahirkan insan-insan literat—penulis masa depan yang mampu merawat nilai kemanusiaan melalui kata, gagasan, dan karya yang menginspirasi.
Regenerasi yang terjalin erat antara alumni dan anggota aktif ini menjadi bukti bahwa PMR SMAN 4 Bulukumba bukan hanya ruang belajar organisasi, melainkan juga ladang pembibitan pemimpin dan penjaga nurani.
Di sanalah semangat kemanusiaan tidak pernah benar-benar usai—ia diwariskan, dirawat, dan terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.









