KLIKSULSEL, MANGGARAI BARAT – LABUAN BAJO, NTT – Di ujung barat Pulau Flores, denyut pembangunan kembali terasa. Jalan menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu kini berdiri lebih kokoh, lebih rapi, dan lebih siap menyambut laju kendaraan logistik maupun wisatawan yang terus berdatangan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pekerjaan perbaikan alinyemen pada akses vital tersebut dilaporkan telah mencapai progres fisik 100 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2025.
Jalan sepanjang kurang lebih 775 meter itu tak lagi sekadar lintasan berdebu dan bergelombang, melainkan jalur strategis yang menjadi urat nadi pergerakan barang, jasa, dan manusia di kawasan barat Flores.
Infrastruktur Penopang Destinasi Super Prioritas
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) HRS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 3.1 PJN Wilayah III Provinsi NTT, Diana A. Takaeb, menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menguatkan posisi Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
“Perbaikan jalan ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang andal, tetapi juga berperan penting dalam menunjang kelancaran logistik dan mobilitas wisatawan menuju kawasan pelabuhan. Ini bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan Labuan Bajo,” ujarnya.
Sejak dimulai pada 23 Desember 2024, proyek ini bergerak konsisten menuju penyelesaian.
Kini, pekerjaan telah memasuki tahap akhir dengan penyempurnaan rambu lalu lintas, marka jalan, serta detail finishing lainnya.
Detail Teknis: Dari Rigid Pavement hingga Hotmix
Di balik hamparan aspal hitam yang mulus, terdapat rangkaian pekerjaan teknis yang menjadi fondasi kekuatan jalan ini.
Beberapa item pekerjaan utama yang telah dirampungkan meliputi:
Rigid pavement bahu jalan
Pembangunan U-ditch DS-3
Lapisan Pondasi Bawah (LPB) dan Lapisan Pondasi Atas (LPA)
Pondasi Penerangan Jalan Umum (PJU)
Pemasangan matras tipe-3 dan biji vegetasi
Pekerjaan drainase
Pengaspalan hotmix (HRS)
Pembangunan Hot Rolled Sheet (HRS) atau hotmix pada ruas Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu hampir sepenuhnya tuntas untuk tahap tahun anggaran 2025.
Meski demikian, sejumlah kerusakan ringan yang ditemukan masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana, yakni PT Brantas Abipraya–WIN KSO.
“Sesuai regulasi, seluruh kerusakan yang muncul dalam masa pemeliharaan wajib diperbaiki oleh kontraktor. Dan itu langsung kami tindaklanjuti,” tegas Diana.
Lebih dari Sekadar Proyek Konstruksi
Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal yang membelah tanah Manggarai Barat. Ia adalah jalur harapan. Dari sinilah kontainer barang masuk dan keluar, roda ekonomi berputar, dan wajah baru Labuan Bajo dipertaruhkan.
Akses yang semakin baik menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu diyakini akan memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar kawasan pelabuhan.
Wisatawan yang hendak menjelajahi eksotisme Flores pun kini memiliki akses yang lebih nyaman dan aman.
Pemerintah berharap, pembangunan ini menjadi investasi jangka panjang—bukan hanya dalam bentuk infrastruktur fisik, tetapi juga dalam memperkuat daya saing pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah geliat pembangunan dan ambisi menjadikan Labuan Bajo sebagai etalase pariwisata Indonesia timur, jalan menuju Wae Kelambu berdiri sebagai simbol bahwa kemajuan tak selalu harus gemerlap.
Kadang, ia hadir dalam rupa paling sederhana: hamparan aspal yang mulus, yang menghubungkan mimpi dengan kenyataan.









