KLIKSULSEL_Bulukumba – Deru kendaraan yang saling bersilangan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Raja selama ini menjadi denyut yang tak pernah benar-benar reda.
Kawasan vital yang menjadi titik keluar-masuk pasien, tenaga medis, dan masyarakat umum itu kerap berubah menjadi simpul kemacetan—rawan, padat, dan berisiko.
Merespons kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulukumba mengambil langkah tegas namun terukur.
Rambu lalu lintas satu arah resmi dipasang di ruas Jalan Durian hingga Jalan Serikaya, tepat di depan RSUD Sultan Daeng Raja. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP H. Muh. Nawir, menegaskan bahwa pemasangan rambu ini bukan sekadar penataan jalan, tetapi bagian dari ikhtiar menghadirkan keselamatan di ruang publik.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang, khususnya di kawasan depan RSUD Sultan Daeng Raja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan pengendara yang kerap melawan arus serta memarkir kendaraan di bahu jalan.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya memperparah kemacetan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain—termasuk ambulans yang membutuhkan akses cepat dan bebas hambatan.
Melalui penerapan sistem satu arah ini, Satlantas Bulukumba mengarahkan pengendara untuk menggunakan Jalan Matahari menuju Jalan Durian sebagai jalur keluar dari kawasan rumah sakit.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan alur lalu lintas yang lebih tertib, lancar, dan manusiawi.Satlantas Bulukumba menaruh harapan besar pada kesadaran kolektif masyarakat.
Kepatuhan pengendara menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini—sebab keselamatan di jalan raya bukan hanya soal aturan, tetapi tentang saling menjaga.
“Untuk kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan bersama, kami sangat membutuhkan kerja sama seluruh pengguna jalan,” tutup Kasat Lantas.
Dengan penataan ini, jalan di depan RSUD Sultan Daeng Raja diharapkan tak lagi menjadi simpul kegelisahan, melainkan jalur yang ramah, aman, dan tertib bagi semua yang melintas.
Penulis: Bayu









